Dua Srikandi Hebat Dibalik Pembangunan MRT - dibuka.site

Dua Srikandi Hebat Dibalik Pembangunan MRT

Hallo sahabat Berita Online Anak Milenial dimanapun anda berada,Pada Artikel yang anda baca kali ini dengan judul " Dua Srikandi Hebat Dibalik Pembangunan MRT ",telah kami persiapkan dengan baik untuk anda baca dan ambil informasi didalamnya.mudah-mudahan apa yang kami tulis ini dapat anda pahami.selamat membaca.

Srikandi-indonesia

Pemimpin cerdas dan bijak akan mengangkat orang cerdas dan hebat dan menempatkan mereka sesuai dengan bidang dan keahliannya. Kepercayaan yang diberikan kepada orang-orang yang potensial ini akan berdampak positif, orang yang dipercayakan itu akan bekerja dengan profesional dan penuh bakti kepada negeri ini.

Inilah yang terlihat dalam keputusan yang diambil baik oleh Pak Jokowi maupun Pak Ahok dalam masa pemerintahan mereka. Ada kesamaan dalam pemilihan yang dilakukan baik oleh Pak Jokowi maupun Pak Ahok dalam merekrut orang cerdas di luar negeri yang sudah terbukti prestasinya.


Pertama, Pak Jokowi dan Pak Ahok memilih dua srikandi yang sudah berprestasi di luar negeri. Bu Sri Mulyani sudah menjabat sebagai Direktur Pelaksana Bank Dunia (World Bank). Pak Ahok memanggil Silvia Halim yang sudah berprestasi di bidang infrastruktur di Singapura.

Kedua, dua-duanya adalah srikandi yang tangguh dan berprestasi. Bu Sri Mulyani adalah seornag menteri yang meraih pujian internasional dengan penghargaan yang diraihnya karena kinerjanya yang hebat. Bu Silvia Halim sudah membuktikan karyanya di bidang konstruksi MRT Jakarta di fase pertama yang sudah diresmikan Pak Jokowi.

Ketiga, keduanya tidak direkrut dari awal. BU Sri Mulyani masuk di kabinet Jokowi pada saat perombakan atau reshuffle kabinet jilid II di Juli 2016. Sri Mulyani menggantikan Bambang Brodjonegoro yang sebelumnya mengisi pos kementerian tersebut. Sementara Silvia Halim juga masuk ke jajaran pimpinan MRT baru di Oktober 2016.

Keempat, kesamaannya adalah keduanya baik pak Jokowi dan Pak Ahok merekrut Bu Sri Mulyani dan dan Silvia Halim di tahun yang sama yaitu tahun 2016. Jadi dua orang srikandi ini memulai pengabdian mereka itu di tahun yang sama dan terus bersinar hingga kini
.
Kelima, insting kepemimpinan Pak Jokowi dan Pak Ahok terbukti, kedua orang itu membuktikan kinerja yang mumpuni dan menuai pujian yang luar biasa. Bu Sri Mulyani sudah membuktikan meraih berkali-kali penghargaan insternasional. Para dubes asing yang sudah menjajal MRT juga memuji kecanggihan transportasi ini di DKI.

Keenam, Pak Jokowi dan Pak Ahok mampu mengangkat derajat kaum wanita Indonesia yang tak kalah berprestasi dengan kaum pria. Bu Sri Mulyani dan Silvia Halim menjadi srikandi dan pendekar yang tangguh di bidang masing-masing. Bu Sri Mulyani pendekar di bidang keuangan dna Silvia Halim di bidang infrastruktur.

Ketujuh, pemimpin seperti Pak Jokowi dan Pak Ahok adalah sosok yang visioner dan menampilkan berlian yang sangat berharga dan mampu memajukan Indonesia melalui karya dan baktinya. Bak Pak Jokowi dan Pak Ahok adalah dua pemimpin yang tahu dan menempatkan orang yang tepat sesuai bidangnya.

Kedelapan, dua srikandi yang dipilih Pak Jokowi dan Pak Ahok ini adalah duet yang saling melengkapi dan mendukung visi pembangunan Pak Jokowi. Bu Srfi Mulyani di bidang ekonomi sedangkan Bu Silvia di bidang infrastruktur. Makanya cocok dan Pak Ahok tahu selera Pak Jokowi sehingga warisannya yaitu Silvia Halim jelas membanggakan Pak Jokowi juga. Makanya tak pakai lama, Pak Jokowi puas dengan MRT Jakarta dan fase kedua pembangunan MRT langsung digaspol! Mantul kan?


Kesembilan, baik Bu Sri Mulyani dan Silvia Halim adalah contoh orang yang mau mengabdi dengan tulus bagi negeri. Lihat bagaimana mereka sudah memiliki posisi yang strategis bergaji tinggi tapi mau meninggalkan posisi mereka untuk kembali mengabdi dengan gaji yang lebih rendah dari posisinya semula. Bukankah ini pengabdian yang luar biasa?

Menurut sumber dari World Bank, Bu Sri menerima gaji pokok tahunan sebesar US$409.950 belum termasuk tambahan dana pensiun US$120.566, serta bonus sejumlah US$99.659. Jika ditotal, jumlahnya sekitar US$630.175 per tahun atau Rp 8,25 miliar. Jika dibagi per bulannya, Sri mendapat gaji sebesarRp 687,5 juta di World Bank.

Sebagai Menkeu? Saat ini besaran total gaji pokok menteri dihitung berada di kisaran Rp 19 juta per bulan dan ini belum termasuk dana operasional yang mencapai Rp 120 juta hingga Rp 150 juta per bulan. Artinya dalam setahun gaji menteri Rp 216 juta.

Sama dengan Silvia Halim juga, dia rela digaji jauh dari gaji yang diterimanya di Singapura. Tapi Silvia mau mengabdi dan berkarya demi memajukan transportasi di negeri ini.

Nah,lantas kita bandingkan dengan Prabowo.Prabowo sudah berjanji akan menjemput Rizieq jika terpilih.Jadi kalau dikaitan dengan visi mereka yaitu Koalisi Adil dan Makmur,apa ada hubungannya? Jelas tidak! Mau menjadikan Indonesia makmur tapi malah mau mengundang Rizieq dari Arab Saudi, apa mau minta Rizieq diangkat jadi Meneteri Agama lalu mendoakan bangsa ini supaya makmur?
Dari sini sudah terlihat perbedaan dalam merekrut tokoh-tokoh yang akan mendukung pembangunan dalam negeri ini. Sosok pemimpin cerdas, visioner dan nasionalis seperti Pak Jokowi dan Ahok sudah membuktikan memilih dan merekrut anak-anak bangsa berprestasi.


Sumber : Seword.com

Iklan Atas Artikel

Iklan Tengah Artikel 1

Iklan Tengah Artikel 2

Iklan Bawah Artikel

==[ Klik disini 2X ] [ Close ]==