Foto Pengasuh Pondok Dijual Untuk Ajimat Anti Gempa - Dibuka Site Berita Online Anak Milenial

Sponsored

Foto Pengasuh Pondok Dijual Untuk Ajimat Anti Gempa

Hallo sahabat Dibuka Site Berita Online Anak Milenial dimanapun anda berada,Pada Artikel yang anda baca kali ini dengan judul " Foto Pengasuh Pondok Dijual Untuk Ajimat Anti Gempa ",telah kami persiapkan dengan baik untuk anda baca dan ambil informasi didalamnya.mudah-mudahan apa yang kami tulis ini dapat anda pahami.selamat membaca.

ajimat



Malang - Pengasuh Ponpes Miftahul Fallahil Mubtadin M Romli atau Gus Romli membantah dirinya menjual foto seharga Rp 1 juta. Menurut pengakuan pengurus, foto tersebut hanya dijual Rp 200 ribu bahkan dengan harga sukarela.

"Semua itu tidak benar, ada yang memfitnah soal itu. Saya merasa sakit dengan fitnah ini. Karena semua tidak pernah saya lakukan. Bahkan, saya marah kepada pengurus apakah benar menjual foto seharga itu, mereka bilang hanya menjual seharga Rp 200 ribu dan itu dibayar secara sukarela," kata Gus Romli di Ponpes, Dusun Pulosari, Desa Sukosari, Kecamatan Kasembon, Kabupaten Malang, Kamis (14/3/2019).

Sebelumnya beredar kabar jika foto Romli dijual Rp 1 juta di Dusun Krajan, Desa Watubonang, Kecamatan Badegan, Ponorogo. Foto tersebut dipercaya ampuh sebagai alat anti gempa.
Selain masalah foto, Romli juga menanggapi soal fatwa kemarau panjang yang akan berlangsung selama 3 tahun. Sehingga jemaah harus menyetor 500 kg gabah ke pondok pesantren. Menurutnya, fatwa tersebut tidak tepat.

Romli menjelaskan, pihak pesantren memang mengimbau para jemaah yang hendak mondok untuk membawa 500 kg gabah, tapi itu untuk bekal masing-masing jemaah selama mondok atau selama mengikuti kegiatan triwulanan mulai Rajab hingga Ramadan

"Kalau gabah 5 kuintal, kalau beras 3 kuintal, untuk siapa, untuk mereka sendiri selama di sini. Setelah Ramadan selesai, mereka akan pulang dan membawa kembali gabah dan beras masing-masing ke kampung halaman," lanjut Romli.

Romli bahkan meminta media untuk melihat langsung gabah-gabah yang ditimbun jemaah. Dirinya sebagai pengasuh juga menyediakan tempat bagi jemaah untuk menetap selama tiga bulan.

"Saya tidak pernah memaksa, mereka datang sendiri ke sini. Dengan adanya ini, saya juga menyampaikan kalau mau pulang silakan pulang, tapi jangan pamit saya. Mau tetap di sini ya silakan," pungkas Romli.

Sebelumnya, 52 warga Ponorogo pindah ke pondok tersebut karena mendapat fatwa soal kiamat yang semakin dekat dan bencana huru hara menjelang Ramadan. Mereka mendapat fatwa tersebut dari seorang bernama Khotimun yang mengajarkan Thoriqoh Musa.

Berlangganan update artikel terbaru via email:

Belum ada Komentar untuk "Foto Pengasuh Pondok Dijual Untuk Ajimat Anti Gempa"

Posting Komentar

Iklan Atas Artikel

Iklan Tengah Artikel 1

Iklan Tengah Artikel 2

Iklan Bawah Artikel