Ketika Cak Lontong Membalas Cuitan Emang PakFahri Lebih Lucu dari Pelawak - dibuka.site

Ketika Cak Lontong Membalas Cuitan Emang PakFahri Lebih Lucu dari Pelawak

Hallo sahabat Berita Online Anak Milenial dimanapun anda berada,Pada Artikel yang anda baca kali ini dengan judul " Ketika Cak Lontong Membalas Cuitan Emang PakFahri Lebih Lucu dari Pelawak ",telah kami persiapkan dengan baik untuk anda baca dan ambil informasi didalamnya.mudah-mudahan apa yang kami tulis ini dapat anda pahami.selamat membaca.

pelawak


Ini adalah bukti dimana tahun politik kita sedang disajikan upaya serang menyerang antar para politisi. Mereka menyerang demi sebuah kekuasaan. Kali ini, Pak Jokowi juga diserang dengan nyinyiran dari oknum politisi BPN tentunya. Apa yang dilakukan Pak Jokowi diperhatikan dan disajikan ke ruang publik. Oknum politisi itu adalah Pak Fahri Hamzah.

Dikutip dari gentanusa.com, begini kata Pak Fahri Hamzah menyinggung Jokowi yang mengutip kata mikir ala Cak Lontong saat berpidato. Ini reaksi Cak Lontong pada Fahri Hamzah.

Fahri Hamzah menyindir Presiden Joko Widodo (Jokowi) yang mengutip kata 'mikir' ala komedian Cak Lontong dalam sebuah pidatonya.

Hal ini bermula saat seorang netter mengunggah video calon presiden nomor urut 01 itu berpidato di depan masyarakat Cianjur, Jawa Barat.

Dalam pidatonya, Jokowi membahas soal banyaknya fitnah, terlebih memasuki tahun politik seperti sekarang ini.

Jokowi pun meminta masyarakat berhati-hati terhadap hoax.

"Hati-hati hoax di mana-mana. Semburan dusta ada di mana-mana. Hati-hati, hati-hati. Saya titip ini aja, hati-hati," ujar Jokowi dalam potongan video Kompas TV itu.

Jokowi pun meminta masyarakat agar menggunakan rasionalitas saat menerima kabar tersebut.
"Gunakan rasionalitas kita, gunakan pikiran kita. Kalau ada kabar-kabar ini, dipikir, kita pikir, masuk akal ndak," lanjut Jokowi.

Lebih lanjut, Jokowi pun mengutip jargon mikir yang dipopulerkan komedian Cak Lontong."Sering kita ini kan emosionalnya dulu yang didahulukan. Gunakan ini," ujar Jokowi sembari menunjuk kepalanya.

"Kalau Cak Lontong ngomong itu, mikir... mikir... mikir..." lanjut Jokowi yang disambut dengan tepuk tangan warga.

Nah, kata 'mikir' yang dikutip Jokowi dalam pidatonya inilah yang kemudian disindir Fahri Hamzah.
Dalam cuitannya, Wakil Ketua DPR itu menyindir saat pihaknya mengutip ucapan atau kalimat dari filsuf, Jokowi justru mengutip pelawak.

"Kita kutip Filsuf,

Dia kutip pelawak...

Sial banget nasib kita..." cuit Fahri dengan tambahan emoji tertawa.

Cuitan Fahri Hamzah ini pun kemudian direspons Cak Lontong, yang jargon 'mikir'-nya dipinjam Jokowi.

Komedian dengan nama asli Ir Lies Hartono itu bertanya balik pada Fahri, apakah inisiator organisasi Gerakan Arah Baru Indonesia (Garbi) lebih lucu dari pelawak?

"anda merasa lebih lucu dari pelawak???" cuit Cak Lontong (Sumber: http://www.gentanusa.com/2019/03/respons-cak-lontong-saat-fahri-hamzah.html).

Pak Jokowi hanya meminjam kata dari Cak Lontong saja dipermasalahkan Pak Fahri. Aneh ya!!. Emang gak boleh?. Kata dari seseorang itu gak masalah dong ditiru. Asal gak kata Pak Fahri saja ditiru. Jangan aneh-aneh deh. Itu saja ditwit. Mau terkenal atau dikenalkah?.


Dengan cuitan Fahri tersebut membuat Cak Lontong angkat bicara. Pak Fahri pun dikritik emang Fahri lebih lucu dari pelawak.

Apa yang dikatakan Cak Lontong itu bagus sekali untuk membungkam Fahri Hamzah. Tak masalah seorang kepala negara mengutip kata dari pelawak. Toh juga kalau bermanfaat kan bagus. Jadi, Fahri jangan nyinyir dong. Kata “Mikir” itu agar politisi dan yang suka nyinyir mikir juga dalam berkata-kata. Yang suka nyebar hoaks dan ujaran kebencian pun agar mikir sebelum mentwit dan mengkritik.
Jangan kritikan gak jelas dan berujung menghina. Harus mikir, mikir dan mikir dulu sebelum bertindak.

Kata yang digunakan Pak Jokowi tersebut sangat bagus untuk mengingatkan kita. Tak perlu harus kata dari Filsuf yang kita gunakan. Kata dari Cak Lontong juga bagus dan bermanfaat.
Di tahun politik kita diajak untuk mikir dong. Kalau gak mikir, maka kacau balau semuanya. Makanya kita harus mikir sebelum berucap. Jangan nyinyir dong.

Pak Fahri jangan nyinyir juga. Itu aja dikomen. Mikir dong!!. Kata “mikir” begitu baik kita gunakan untuk tahun politik ini. Ketika sudah mikir, maka semua baik-baik saja. Banyak oknum politisi yang sulit mikir, maka kata-katanya kadangkala tak etis dan tak mencerminkan citra seorang negarawan.
Jadi, mikir dong kata Cak Lontong. Pak Fahri pun harus ikutan dong apa yang dikatakan Cak Lontong.

Jangan membanding-bandingkan ya Pak Fahri kutipan kata dari pelawak dan Filsuf. Semua sama saja ya. Mikir dong kata Cak Lontong!!.

Sumber : Seword.com

Iklan Atas Artikel

Iklan Tengah Artikel 1

Iklan Tengah Artikel 2

Iklan Bawah Artikel

==[ Klik disini 2X ] [ Close ]==