Ketika Freeport Saya Ambil Alih Obama Dan Trump Terdiam - dibuka.site

Ketika Freeport Saya Ambil Alih Obama Dan Trump Terdiam

Hallo sahabat Berita Online Anak Milenial dimanapun anda berada,Pada Artikel yang anda baca kali ini dengan judul " Ketika Freeport Saya Ambil Alih Obama Dan Trump Terdiam ",telah kami persiapkan dengan baik untuk anda baca dan ambil informasi didalamnya.mudah-mudahan apa yang kami tulis ini dapat anda pahami.selamat membaca.

obama dan trump terdiam

Saya Ambil Freeport, Obama dan Trump Gak Ngomong Apa-Apa

Ucapan Jokowi yang amat sederhana serta tanpa kembangan gulali kata tersebut tetap saja tak menutupi keluasan makna yang tercakup di dalamnya. Sebab Jokowi paham sebenar-benar paham, bahwa rakyat Indonesia tak suka kepada yang gemar umbar kata namun miskin data dan terutama sekali: Minim realisasi nyata!

Dilansir dari detikFinance, Presiden Joko Widodo (Jokowi) kunjungan kerja ke Provinsi Jawa Tengah.Saat di Magelang, Jokowi hadir dalam pertemuan bersama para tokoh dan kiai se-eks Karisidenan Kedu.Dalam sambutannya Jokowi sempat menyinggung perjuangan pemerintah mengambilalih 51% saham PT Freeport Indonesia.

Menurut Jokowi mengambilalih mayoritas saham di Freeport bukan hal mudah karena harus melalui tahap negosiasi yang cukup panjang, cuma masih saja dituding antek asing."Freeport 40 tahun lebih dikelola Freeport McMoRan. Di situ ada tanah, gunung. Tapi kurang lebih Rp 2.400 T, kita ambil 51,2% mayoritas sudah kita ambil. Kok dituduh antek asing? Dipikir ambil seperti ini gampang? Kalau mudah, sudah diambil sejak dulu. Ini sulit negonya," ujar Jokowi di Magelang, Sabtu (23/3/2019).

Belum lagi ada yang menakut-nakuti saat pengambilalihan saham Freeport lantaran harus berurusan dengan Amerika Serikat.Merespons hal itu, menurut Jokowi, dia tidak mengalami persoalan terkait Freeport saat bertemu para pemimpin negeri Paman Sam.Bahkan, kata Jokowi, Presiden Donald Trump pun tidak menyinggung soal kebijakan Indonesia mengambil 51% saham Freeport.

"Banyak yang sampaikan ke saya, ini Amerika lho, ini Amerika lho. Ya saya ngapain sih? Kita negara besar. Saya ambil Freeport, ketemu Obama saat itu, dia nggak ngomong apa-apa. Saya ketemu Donald Trump, berapa kali 4-5 kali nggak ngomong apa-apa juga.Artinya apa, kita ini takut karena ditakut-takuti," tutur mantan Gubernur DKI Jakarta itu.


Selain soal Freeport Jokowi juga mengungkit sudah mengambil blok migas Rokan dan Mahakam dari pihak asing, tapi masih saja yang menuding dirinya antek asing.

"Tahun 2015 namanya Blok Mahakam sudah 50 tahun dikelola Prancis dan Jepang. Tapi 2015 Blok Mahakam sudah kita ambil 100%. Begitu dituduh antek asing, saya ngomong, sudah diambil, difitnah, dituduh lagi antek asing. Blok Rokan dikelola Chevron dari AS sudah 90 tahun lebih. 2018 sudah dimenangkan 100% oleh Pertamina. Kok dituduh antek asing," kata mantan Gubernur DKI Jakarta itu.
Sekali lagi, dibalik kesederhanaan kata yang diucapkan Jokowi, selalu saja mengandung makna yang begitu luas.Begitu pula dengan kalimat yang disemat dalam judul ulasan artikel ini.

Pertama, Jokowi ingin menegaskan, bahwa Indonesia adalah negara besar, yang tak perlu takut terhadap apapun kepada siapapun selama yang dilakukan adalah untuk kemaslahatan rakyat.

Dan Jokowi telah memberi bukti, dan bukannya cuma sekedar janji pengoles bibir, bahwa dirinya adalah pemimpin yang tak takut apapun serta tak ciut siapapun kecuali hanya kepada Allah.
Hal tersebut dibuktikan oleh Jokowi, dengan mengambil alih segala yang memang menjadi hak bangsa dan rakyat dari tangan asing, tanpa dirinya khawatir secara lebay hinga misalnya melakukan jumpa pers segala macam mengatakan bahwa dirinya menjadi target pembunuhan pihak tertentu imbas tindakan heroik yang dilakukannya demi rakyat tersebut.

Bagaimanapun juga, walaupun bukan jenderal, Jokowi bukanlah tipikal baper nan cengeng yang segala apa didramatisir hanya demi mencari simpati.

Kedua, kewibawaan negara terutama sekali ditunjukkan oleh para pemimpin negara itu sendiri.
Dan Jokowi kembali membuktikan, bahwa dirinya memang memiliki mental baja yang mampu membuat dirinya mengangkat kewibawaan Indonesia di mata dunia.

Bagi Jokowi, Indonesia adalah negara besar, yang tak boleh tunduk terhadap kepentingan asing manapun tak peduli dari negeri adi daya yang mana saja.

Tak heran bila kemudian negeri tetangga yang meremehkan Indonesia di masa kepemimpinan jenderal sebelumnya, langsung terkencing-kencing membongkar asetnya di suatu pulau terluar Indonesia, tak lama setelah Jokowi resmi menjadi presiden terpilih.

Bahkan Jokowi tak segan bersegera rapat di atas kapal perang, demi memberi efek gentar kepada siapapun yang ingin merongrong kedaulatan wilayah negeri.

Sebab bagi Jokowi, rakyat adalah yang utama serta negara adalah segalanya, dan bukan yang lainnya yang hanya dimuat dalam kardus atau dikamuflase surban belaka namun kebusukannya menguar kemana-mana.

Ketiga, Jokowi hanya ingin menunjukkan, bahwa tak ada yang mustahil serta tak dapat dilakukan oleh rakyat Indonesia, terutam bila pemimpin negerinya memang benar-benar mendukung habis-habisan apapun kebaikan yang dimiliki oleh rakyatnya.

Dan jokowi telah banyak membuktikan hal itu.

Di era kepemimpinan Jokowi, prestasi Indonesia mengudara kemana-mana, mulai dari level Asia hingga bahkan ke tingkat manca negara.Bagaimanapun juga, Jokowi amat memahami jiwa rakyatnya, yang sesungguhnya hanya butuh didukung serta difasilitasi segala infrastruktur maupun juga sarana dan prasarana pendukung lainnya, untu kemudian sila takjub akan prestasi yang kelak berhasil dicapai rakyat Indonesia.

Tak heran bila kemudian Jokowi tak melakukan strategi ‘legging’ dan ‘umbar susu’ sambil telanjang dada.

Selain memang tak sesuai dengan budaya Indonesia yang memiliki rasa malu serta menjunjung nilai-nilai kearifan, hal tersebut memang bukan yang paling dibutuhkan sebagai simbol pemimpin negeri.



Karena simbol terbaik kepemimpinan negeri ini adalah kecerdasan, dan bukannya ketelanjang dadaan. Adalah kewibawaan dan kesatriaan, dan bukannya kemayu berlegging ria sambil mengoles minyak bibir agar janji yang terucap jadi kinyis-kinyis sementara bukti urusan yang nomor paling sekian..

Adalah kemantapan mental kestabilan jiwa, dan bukannya yang setiap pernyataan yang dilontarkan ke masyarakat selalu membuat repot tim pemenangannya untuk lintang-pukang melakuka klarifikasi hingga amat tersuruk.

Apakah ada pemimpin yang jauh lebih baik dibandingkan Jokowi?

Jawabannya, semoga ada. Walau memang bukan saat ini dan tidak dalam pilpres tahun ini.
Mungkin di pemilu 2024 kelak, akan banyak terlahir, sosok-sosok calon pemimpin negeri, yang terinspirasi kehebatan kepemimpinan Jokowi

Sumber : Seword.com

Iklan Atas Artikel

Iklan Tengah Artikel 1

Iklan Tengah Artikel 2

Iklan Bawah Artikel

==[ Klik disini 2X ] [ Close ]==