Kualat Sama Mahfud MD,Rommy Ditangkap KPK - Dibuka Site Berita Online Anak Milenial

Sponsored

Kualat Sama Mahfud MD,Rommy Ditangkap KPK

Hallo sahabat Dibuka Site Berita Online Anak Milenial dimanapun anda berada,Pada Artikel yang anda baca kali ini dengan judul " Kualat Sama Mahfud MD,Rommy Ditangkap KPK ",telah kami persiapkan dengan baik untuk anda baca dan ambil informasi didalamnya.mudah-mudahan apa yang kami tulis ini dapat anda pahami.selamat membaca.

MahfudMD-Rommy


Kampanye Pilpres 2019 ini sangat lama dan melelahkan. Bukan hanya masa kampanye yang berlangsung sejak Oktober 2018, tetapi juga masa pencalonan capres dan cawapres yang panas sejak Januari 2018. Dagelan konyol penuh intrik penunjukkan cawapres bukan hanya di kubu paslon 02, tetapi juga pada Paslon 01 Joko Widodo.

Soal teka-teki siapa cawapres Jokowi misalnya, emosi publik terkuras. Bukan hanya emosi tetapi juga energi terhisap menyaksikan dagelan-dagelan di baliknya. Beberapa jam menjelang pengumuman cawapres Jokowi, publik dikejutkan oleh kemunculan nama Mahfud MD. Pasalnya Mahfud MD adalah sosok pendukung utama Prabowo pada Pilpres 2014.

Sebelumnya sosok yang kuat mendampingi Jokowi mengerucut pada nama Jenderal Moeldoko, Airlangga dan Chairul Tanjung. Tetapi yang muncul adalah Mahfud MD. Jagat sosial media pun langsung riuh. Ada yang menyambut secara positif, namun tak sedikit juga yang ragu dan malah kecewa atas pilihan cawapres Jokowi ini.

Saat publik masih sibuk meriuhkan nama Mahfud MD secara terukur, tiba-tiba sebuah ledakan berita meletus. Mahfud MD batal jadi cawapres. Jokowi tanpa diduga memilih Ma’ruf Amin sebagai cawapresnya. Publik jelas terkejut dan sejumlah pihak pingsan. Para pendukung Ahok yang melihat Ma’ruf sebagai sosok penyeret Ahok ke penjara, ribut dan mengancam Golput.

Keriuhan soal cawapres tidak berlangsung lama. Dagelan cawapres pun mulai berangsur-angsur mereda. Bagi pendukung Jokowi, tidak ada pilihan selain Jokowi, kendatipun cawapresnya telah membuat jejak kontroversial sebelumnya.

Kini saat semua energi dikerahkan bagaimana memenangkan Jokowi sebagai Presiden periode kedua dan menang atas Prabowo, publik masih menyisakan sebuah pertanyaan besar. Siapa sebenarnya sosok yang paling berperan di balik masuknya nama Ma’ruf Amin sebagai cawapres Jokowi?

Dugaan mengerucut kepada sosok Ketua umum PPP Romahurmuziy alias Romy. Rommy bersama Muhaimin Iskandar dilihat sebagai penjegal Mahfud MD sebagai cawapres Jokowi. Saat Mahfud MD kecewa karena sudah disuruh memakai baju putih oleh Menteri Praktikno, Rommy berkomentar pedas.

“Siapa yang nyuruh memakai pakaian ala Jokowi?” kata Rommy ketus kepada Mahfud MD. Komentar ketus Rommy ini membuat Mahfud MD sakit hati. Pasalnya Rommy sendiri sehari sebelumnya mengatakan bahwa pemilihan diri Mahfud MD sebagai cawapres, sudah final.
Tentu saja Rommy membantah pernah mem-php-kan Mahfud. Atas sanggahan itu Mahfud memperingati Rommy melalui cuitan di Twitter.

“As I told you at that night, in Darmawangsa Hotel: everything is matter of time!", tulis Mahfud MD. Terjemahan bebasnya: "Seperti yang saya katakan pada Anda di malam itu, di Hotel Darmawangsa: semuanya adalah masalah waktu!"

Peringatan Mahfud MD itu bukan tak beralasan. Mahfud melihat bahwa Rommy merasa sudah di atas angin karena terus menempel Jokowi. Ia kini ikut meremehkan Mahfud. Jika Rommy terus besar kepala, maka hanya masalah waktu yang akan menjatuhkan.

Jauh-jauh hari sebelum Jokowi memutuskan siapa cawapresnya, Rommy termasuk sosok yang menempel Jokowi kemana-mana. Bahkan Jokowi sendiri mengakui bahwa dia sering curhat kepada Rommy.


"Hampir tiap minggu ketemu dengan saya. Diskusi masalah partai, diskusi masalah cawapres. Diskusi masalah partai mana yang ingin gabung ke koalisi yang ada di kita," kata Jokowi dalam sambutannya di acara Hari Lahir PPP ke 45 di Hotel UTC, Semarang, Jawa Tengah, Sabtu (14/4/2018) lalu.

Bisa jadi Rommy selama curhat-curhatan itu, pernah menyampaikan keinginan untuk menjadi cawapres Jokowi. Namun koalisi tidak setuju. Akhirnya Rommy bersih kukuh mengajukan Ma’ruf Amin kepada Jokowi. Jadilah Ma’ruf sebagai cawapres.

Hubungan antara Jokowi-Rommy bisa dibilang sangat dekat. Lebih-lebih ketika Rommy sendiri merasa sebagai tokoh yang relatif muda, cukup berani bersikap dan ikut memenangkan pertarungan dengan kubu lain. Rommy merasa bahwa ia adalah pejuang dan karena itu sangat dipercaya Jokowi. Ditambah ia nempel terus sama Jokowi, jadilah Rommy besar kepala.

Pandangan Rommy ini sekurang-kurangnya menyampaikan pesan kepada kawan ataupun lawan. Ketika Rommy diam-diam korupsi, ia yakin bahwa KPK tidak berani mencokoknya karena ia sangat dekat dengan Jokowi. Atau bisa jadi mata Rommy kini sudah buta dan beranggapan bahwa jika ia ketahuan bermain korupsi, ia akan dibela Jokowi.

Namun pandangan Rommy itu ternyata salah. Jokowi adalah sosok yang berwatak keras, kopig. Ia tetap mempertahankan prinsipnya yang telah menyatu dalam jiwanya yakni anti korupsi, anti KKN, menjunjung tinggi supremasi hukum dan tidak pernah membela yang salah.

Watak keras Jokowi itu bisa dilihat pada pertarungannya terhadap ketuaDPR Setya Novanto dan Menterinya Sudirman Said bersama JK, soal Freeport. Walapun Setya Novanto telah mendeklarasian dukungannya kepada Jokowi, namun hal itu sama sekali sekali tidak membantunya dalam proses hukum akibat korupsi.

Pun ketika sahabatnya Ahok yang blunder soal menyinggung ayat agama lain, Jokowi tidak menggunakan kekuasaannya untuk membela. Ahok dibiarkannya menjalani proses hukum. Atau misalnya Menterinya sendiri Idrus Marham yang terseret korupsi, Jokowi sama sekali tidak membela.
Inilah kegagalan paham Rommy. Ia yang merasa sudah sangat dekat dengan Jokowi, berani korupsi. Menurut keterangan sementara KPK, Rommy sudah berkali-kali terlibat suap promosi jabatan di Kemenag. Merasa bahwa ia tidak diapa-apakan oleh KPK, ia terus-terusan ketagihan. Padahal ia sebetulnya sudah lama diintai KPK.

Tentu saja penangkapan Rommy tidak mempengaruhi elektabilitas Jokowi. Malahan Jokowi akan dipuji. Jokowi telah membuktikan kepada publik bahwa ia sama sekali tidak tebang pilih soal pemberantasan korupsi. Bahkan orang yang tiap minggu curhat-curhatan dengan dirinya, ia juga tidak membela.

Akankah Rommy ditetapkan sebagai tersangka? Lalu karir politiknya berakhir dengan tragis? Mari kita saksikan kisah selanjutnya. Jauh-jauh hari sebelum Jokowi memutuskan siapa cawapresnya, Rommy termasuk sosok yang menempel Jokowi kemana-mana. Bahkan Jokowi sendiri mengakui bahwa dia sering curhat kepada Rommy.


"Hampir tiap minggu ketemu dengan saya. Diskusi masalah partai, diskusi masalah cawapres. Diskusi masalah partai mana yang ingin gabung ke koalisi yang ada di kita," kata Jokowi dalam sambutannya di acara Hari Lahir PPP ke 45 di Hotel UTC, Semarang, Jawa Tengah, Sabtu (14/4/2018) lalu.

Bisa jadi Rommy selama curhat-curhatan itu, pernah menyampaikan keinginan untuk menjadi cawapres Jokowi. Namun koalisi tidak setuju. Akhirnya Rommy bersih kukuh mengajukan Ma’ruf Amin kepada Jokowi. Jadilah Ma’ruf sebagai cawapres.

Hubungan antara Jokowi-Rommy bisa dibilang sangat dekat. Lebih-lebih ketika Rommy sendiri merasa sebagai tokoh yang relatif muda, cukup berani bersikap dan ikut memenangkan pertarungan dengan kubu lain. Rommy merasa bahwa ia adalah pejuang dan karena itu sangat dipercaya Jokowi. Ditambah ia nempel terus sama Jokowi, jadilah Rommy besar kepala.

Pandangan Rommy ini sekurang-kurangnya menyampaikan pesan kepada kawan ataupun lawan. Ketika Rommy diam-diam korupsi, ia yakin bahwa KPK tidak berani mencokoknya karena ia sangat dekat dengan Jokowi. Atau bisa jadi mata Rommy kini sudah buta dan beranggapan bahwa jika ia ketahuan bermain korupsi, ia akan dibela Jokowi.

Namun pandangan Rommy itu ternyata salah. Jokowi adalah sosok yang berwatak keras, kopig. Ia tetap mempertahankan prinsipnya yang telah menyatu dalam jiwanya yakni anti korupsi, anti KKN, menjunjung tinggi supremasi hukum dan tidak pernah membela yang salah.

Watak keras Jokowi itu bisa dilihat pada pertarungannya terhadap ketuaDPR Setya Novanto dan Menterinya Sudirman Said bersama JK, soal Freeport. Walapun Setya Novanto telah mendeklarasian dukungannya kepada Jokowi, namun hal itu sama sekali sekali tidak membantunya dalam proses hukum akibat korupsi.

Pun ketika sahabatnya Ahok yang blunder soal menyinggung ayat agama lain, Jokowi tidak menggunakan kekuasaannya untuk membela. Ahok dibiarkannya menjalani proses hukum. Atau misalnya Menterinya sendiri Idrus Marham yang terseret korupsi, Jokowi sama sekali tidak membela.
Inilah kegagalan paham Rommy. Ia yang merasa sudah sangat dekat dengan Jokowi, berani korupsi. Menurut keterangan sementara KPK, Rommy sudah berkali-kali terlibat suap promosi jabatan di Kemenag. Merasa bahwa ia tidak diapa-apakan oleh KPK, ia terus-terusan ketagihan. Padahal ia sebetulnya sudah lama diintai KPK.

Tentu saja penangkapan Rommy tidak mempengaruhi elektabilitas Jokowi. Malahan Jokowi akan dipuji. Jokowi telah membuktikan kepada publik bahwa ia sama sekali tidak tebang pilih soal pemberantasan korupsi. Bahkan orang yang tiap minggu curhat-curhatan dengan dirinya, ia juga tidak membela.

Akankah Rommy ditetapkan sebagai tersangka? Lalu karir politiknya berakhir dengan tragis? Mari kita saksikan kisah selanjutnya.Yang jelas saat ini Rommy ditangkap, gagal paham watak Jokowi, kualat sama Mahfud MD, dan namanya membusuk



Sumber : Seword.com

Berlangganan update artikel terbaru via email:

Belum ada Komentar untuk "Kualat Sama Mahfud MD,Rommy Ditangkap KPK"

Posting Komentar

Iklan Atas Artikel

Iklan Tengah Artikel 1

Iklan Tengah Artikel 2

Iklan Bawah Artikel