Mantap! PSI Mulai Langkahi PAN dan PKS dan Tembus 4,2 Persen | Dibuka Site Berita Online Anak Milenial

Mantap! PSI Mulai Langkahi PAN dan PKS dan Tembus 4,2 Persen



Tak terasa kita sudah menapaki hari ke-13 pada bulan Maret 2019. Praktis hanya tersisa waktu 1 bulan lagi bagi para partai dan semua pasukan Caleg-nya untuk berkampanye, dengan harapan Caleg-nya diminati dan dipilih oleh masyarakat. Jarak waktu yang harus dimaksimalkan sebelum memasuki masa tenang mulai 14-16 April 2019, sebelum menanti dengan harap-harap cemas akan nasib partai dan para Caleg mereka keesokan harinya (17 April 2019). Target suara melewati batas minimal Parliamentary Treshold sebesar 4% tentu diharapkan, terutama bagi para partai yang mengincari kursi di parlemen DPR Pusat pada periode 2019-2024 mendatang.

Nah, disinilah hal yang cukup mengejutkan sedang terjadi! Partai Solidaritas Indonesia (PSI) tampaknya semakin “mengibarkan bendera” menjelang momen Pileg 2019 yang semakin mendekat. Setidaknya itulah informasi terkini yang saya peroleh dari laman JPNN.COM, yang memuat berita hasil survei Center for Political Communication Studies (CPCS) yang dirilis pada 5 Maret 2019 lalu. PSI secara mengejutkan sudah menembus batas 4% (tepatnya 4,2%) dan melangkahi dua partai pendahulunya : PKS dan PAN!

Menurut hasil survei CPCS, PSI bahkan nangkring dengan gagahnya di peringkat ke-7 nasional dari 16 partai yang akan bertarung di Pileg 2019 nanti. Kabar PKS? Masih setia di angka 3,6%, sedikit di atas PPP yang meraih 3,3%. Di bawah dua partai berbasis agama tersebut, ada partainya Mbah Amien Rais dengan 3,1%.

(Dilihat dari angka-angka di atas, baik PKS maupun PAN memang masih sedikit bisa berharap dapat melewati batas minimal 4% yang disyarakatkan. Namun, mereka berkejaran dengan waktu untuk mengejar selisih suara dalam tempo sekitar sebulan)

Kembali ke topik soal PSI

PSI sebagai partai baru rupanya menarik perhatian masyarakat. Citra sebagai partai yang bersih dari Caleg eks koruptor, praktis belum terkontaminasi oleh carut-marutnya dunia perpolitikan nasional, materi kampanye yang kreatif, para pengurus dan kader yang masih muda, dan tentu saja ... Grace Natalie sebagai pemimpin yang dikenal berani, tegas, dan tentunya (ehm) cantiknya 7 turunan dan 2 tanjakan ... membuat PSI dapat melambungkan harapan lebih untuk Pileg 2019.

Menurut Tri Okta selaku Direktur Eksekutif dari CPCS, naiknya elektabilitas PSI didukung oleh sosialisasi yang cukup efektif dilakukan selama musim kampanye. Sebagai parpol baru dengan segmen sasaran generasi milenial, PSI paling banyak menggunakan media sosial sebagai sarana sosialisasi, disusul Gerindra.

Terus terang, saya suka sama iklan kampanye PSI yang langsung menampilkan sosok Grace Natalie. Udah orangnya cantik, materi kampanye menarik, dan bergaya milenilal lagi! Gaya kampanye televisi dari PSI bahkan lebih mantap dari Perindo. Sementara, lewat “jalur darat” ... gaya kampanye yang dilakukan oleh Grace Natalie sebagai ketua partai dan para kadernya di baliho-baliho yang sempat saya lihat, juga tidak kalah kerennya. Jauhlah kalau dibandingkan jargon kampanye yang diusung PKS, apalagi PAN yang terkesan bombastis dan kadang agak “maksa”. Jauh lebih baik PSI maksudnya!

Secara pribadi, dengan kondisi DPR yang terkesan “tidak berbuat banyak” untuk kepentingan bangsa Indonesia (sejak 2014 sampai sekarang) dan salah seorang wakil pimpinannya cenderung merecoki pemerintahan dengan kenakalannya selama ini (kita tahulah siapa orangnya), saya berharap PSI dapat terus gas pol supaya meraih suara semaksimal mungkin di Pileg 2019.

*Semakin banyak kader PSI yang duduk di kursi empuk DPR Pusat akan lebih baik karena kita bisa melihat seberapa garang dan sangarnya mereka jika benar-benar sudah menjabat sebagai wakil rakyat!

Jika sampai PSI lolos ke parlemen ... lima tahun ke depan rasanya akan ada yang menarik dari dinamika politik di “Gedung Kura-Kura” beratap hijau sebagai markas besar DPR RI. Yap, kita akan berkesempatan melihat “pertarungan” yang sebenarnya, khususnya dari para kader PSI yang katanya berpolitik dengan gaya baru dan yang mencoba menantang kemapanan para wakil rakyat dari partai-partai politik seniornya, yang selama ini menguasai parlemen.

Sumber : Seword.com