Bendera NU Berkibar Saat Kampanye,Waga NU Lumajang Protes Skip to main content

Bendera NU Berkibar Saat Kampanye,Waga NU Lumajang Protes


NU lumajang


Sandiaga Sentuh NU dengan Cara Salah


Maksud hati menarik simpati warga NU, Sandi malah melakukan blunder. Sandi dikecam warga NU karena melakukan tindakan yang melecehkan NU. Apa yang dilakukan oleh Sandi yang membuat warga NU marah?

NU adalah ormas terbesar di Indonesia. Jumlah anggota NU baik yang strukktural maupun kultural mencapai 80 juta. Angka yang cukup fantastis. Siapapun yang mendapatkan dukungan dari warga NU, peluang memenangi Pilpres 2019 terbuka lebar. Dengan menggandeng Rois Am PBNU, menjadi garansi mayoritas warga NU akan mendukung Jokowi. Warga NU dikenal sebagai masyarakat yang amat menghormati ulama. Ketika ulama nomor satu di NU punya hajat, sudah menjadi keharusan bagi warga NU untuk membantunya.

Tapi tak bisa dipungkiri jika hampir mustahil seluruh warga NU akan mendukung Jokowi. Beberapa kyai NU secara terbuka mendukung Prabowo meskipun jumlahnya tidak seberapa. Dalam tubuh NU pun terdapat perbedaan sikap politik dan ini wajar-wajar saja. Warga NU yang mendukung Prabowo jika ditelaah adalah kelompok yang kecewa dengan kemenangan Kyai Said di Muktamar Jombang. Calon yang mereka dukung untuk menjadi ketua PBNU kalah.

Sandi menyadari melawan kekuatan NU sangatlah berat. NU dikenal sebagai ormas yang warganya sangat loyal kepada kyainya. NU terbukti sulit diadu domba. Meskipun diserang dari segala penjuru, NU tetap solid. Langkah terbaik, Sandi harus bisa merangkul NU. Dengan harapan, ada warga NU yang mau mendukungnya. Sandi harus pintar-pintar meraih simpati warga NU. Jika berhasil menggerogori suara NU, dukungan ke Jokowi-Ma’ruf pun akan berkurang.

Namun sayangnya, Sandi bukan warga NU. Dia tidak paham terhadap tradisi ke-NU-an. Dia tak paham etika-moral yang ada di NU. Dia tak melakukan riset yang mendalam terlebih dahulu sebelum melangkah. Dampaknya, upaya Sandi untuk meraih simpati warga NU justru menjadi blunder besar. Alih-alih mendapat simpati warga NU, Sandi malah mendapat kecaman.

Mungkin Sandi ingin mencitrakan diri sebagai orang yang mencintai dan peduli kepada NU sehingga pada saat kampanye terbuka, dia mengibarkan bendera NU. Menurut BPN, konon bendera itu di dapat dari pendukung yang kebetulan membawa bendera NU. Tindakan Sandi ini telah melukai warga NU di Lumajang. Warga NU lumajang melayangkan protes keras.

Menurut pengurus NU Lumajang, Husni Zuhri, apa yang dilakukan Sandi bisa memicu gesekan horizontal. Beliau mengatakan bahwa pengibaran bendera NU dalam kegiatan kampanye politik semacam itu adalah bentuk peleceha kepada NU. Beliau menegaskan bahwa bendera NU adalah sebuah kehormatan bagi warga NU, yang merupakan hasil istikharah para pendiri NU yang mencerminkan nilai-nilai luhur dan gerakan perjuangan NU dalam kehidupan beragama, berbangsa, dan bernegara.

Sandi memang telah melakukan blunder besar. Bahkan KH. Ma’ruf Amin yang notebene mantan Rois Am PBNU tak pernah kibarkan bendera NU saat kampanye. Beliau sadar tidak seharusnya bendera NU dibawa dan dikibarkan di dalam kampanye politik. Meskipun pendukung beliau mayoritas warga NU, tidak sampai ada pengibaran bendera NU saat kampanye.

Sandi tak paham betapa sakralnya bendera NU. Lambang NU dibuat tidak asal, namun mengandung filosofi yang tinggi. Konon, sebelum tercipta lambang NU, para pendiri NU berupaya dengan kerasa dan istikharah sampai kemudian menghasilkan lambang NU yang seperti sekarang ini.

Bagi warga NU, bendera NU sangat sakral, sesakral sang saka merah putih. Warga NU wajib menghormati dan tidak melecehkan bendera NU dengan mengibarkan tidak sesuai dengan tempatnya. Mengibarkan bendera NU pada kampanye terbuka sangat melecehkan. Terlebih, tujuan Sandi mengibarkan bendera NU bukan untuk menghormati bendera NU, tapi untuk tujuan politis, berharap warga NU mau memilihnya di Pilpres 2019.

Blunder Sandi terhadap warga NU tidak terjadi sekali ini saja. Sebelum ini, Sandi juga telah melukai warga NU karena melangkahi salah satu ulama besar NU, KH. Bisri Syansuri. Blunder yang dilakukan Sandi memang karena dia tak paham segala hal yang ada di NU. Bodohnya, Sandi tak melakukan riset yang mendalam tentang NU. Menurutnya, NU sama seperti ormas-ormas lain macam FPI yang bisa dikuasainya.

Comment Policy: Silahkan tuliskan komentar Anda yang sesuai dengan topik postingan halaman ini. Komentar yang berisi tautan tidak akan ditampilkan sebelum disetujui.
Buka Komentar
Tutup Komentar
==[ Klik disini 2X ] [ Close ]==