Mengorek Arah Politik Iwan Fals - dibuka.site

Mengorek Arah Politik Iwan Fals

Hallo sahabat Berita Online Anak Milenial dimanapun anda berada,Pada Artikel yang anda baca kali ini dengan judul " Mengorek Arah Politik Iwan Fals ",telah kami persiapkan dengan baik untuk anda baca dan ambil informasi didalamnya.mudah-mudahan apa yang kami tulis ini dapat anda pahami.selamat membaca.



arah politik iwan fals

Lima kreteria pemimpin ala Iwan fals


Saya tidak heran jika banyak musisi yang mendukung Jokowi. Sebagai seniman, mereka terbiasa menyukai keragaman dan kerendahhatian. Tidak ada seniman yang fanatik pada satu kelompok identitas dan golongan tertentu saja, mereka berkarya untuk menyampaikan isi hati, nurani terdalam, dan tentu isinya adalah sesuatu yang memiliki nilai-nilai kemanusiaan atau ketuhanan.

Manusia dan Tuhan, adalah simbol yang menunjukkan pada keberagaman, cinta kasih, dan tidak membeda-bedakan. Manusia sendiri diciptakan berbeda-beda, dan Tuhan pun tidak pernah membeda-bedakan makhluknya. Semua sama, yang berbeda adalah sikap mereka sendiri, jika mereka baik maka akan diberi pahala, jika berbuat jahat maka akan berdosa. Dalam Islam, Allah pun memerintahkan kita untuk menghargai umat beragama lain.

Dengan perenungan semacam itu, para seniman pun menciptakan karya-karya mereka. Dan di dalamnya terdapat nilai-nilai luhur tersebut. Pilihan diksi dan simbol yang digunakan pun tidak sembarangan. Semua dipikirkan dengan baik, atas dasar nilai dan keindahan.

Ketika Iwan Fals belum menentukan pilihannya kepada Jokowi, saya yakin bahwa hal itu hanya menunggu waktunya saja. Karena ada orang baik yang memang tidak merasa perlu untuk membuka pandangan politiknya ke hadapan publik, dan ada lagi yang sekadar tidak mau menimbulkan konflik.
Kali ini Iwan Fals pun menjatuhkan pilihannya. Meskipun ia tidak mau bicara sebelum tanggal 15 April, kita tahu siapa yang akan ia pilih melalui kriteria yang ia sampaikan ke media. Iwan Fals menyebut pemimpin pilihannya itu adalah orang yang :

 senang bekerja, anggun, berwibawa, sederhana dan pandai menata.


Tentu saja pilihan kata itu tidak asal saja, tetapi dipilih sesuai dengan makna dan ketepatannya. Ia juga mengaku bahwa ia sudah lama jatuh cinta dengan pilihannya tersebut.

Mari kita cermati pujian Iwan Fals kepada calon pemimpin pilihannya tersebut:

Senang Bekerja


Kalau tidak senang, apalagi hanya karena terpaksa, maka mustahil pemimpin itu akan bekerja dengan baik dan tulus. Pemimpin yang tidak senang bekerja, selalu akan membicarakan uang. Belum-belum, mereka pasti sudah membicarakan imbalan dan keuntungan yang bisa mereka dapatkan. Selain itu kalau sudah senang, maka akan dilakukan setiap hari dan tidak ada alasan untuk malas melakukannya. Yang terpenting, seorang akan bekerja sebaik mungkin kalau ia senang melakukannya. Kalau tidak senang, maka pasti kerjanya akan ala kadarnya.

Anggun


Dalam artian bahwa ia tidak pernah berkata-kata bohong, memfitnah, mengejek, apalagi menyakiti perasaan orang lain—khususnya rakyat. Anggun berarti cantik dan indah, tentu lawannya adalah buruk. Pemimpin yang anggun harus selalu dekat dengan hal-hal baik dan jauh dari hal-hal buruk. Ia harus punya track record yang bersih dan membela apa-apa yang baik, misalnya membela KPK dan tidak pernah mengintervensi hukum dan lain lain.

Berwibawa


Wibawa adalah soal aksi dan reaksi. Seseorang yang berwibawa tahu apa yang perlu dilakukan dan yang tidak perlu. Ketika bicara, mereka mengatakan hal-hal yang penting dan to the point, dan ketika dihina, ia tidak perlu menanggapinya dengan marah-marah. Pemimpin yang berwibawa tahu, bahwa semakin tinggi pohon, semakin deras angin yang mengembusnya.

Sederhana


Kalau tidak sederhana, maka seorang pemimpin akan mudah masuk ke dalam kesombongan. Merasa dirinya adalah yang paling hebat dan berhak melakukan apa pun. Ibarat orang yang terbiasa memakai pakaian mewah, maka lambat laun ia akan merasa dirinya “mewah”, “tinggi”, “kalangan atas”, sementara orang lain—apalagi rakyat miskin—akan ia anggap rendah. Pemimpin yang sederhana akan nyaman di dekat rakyat, karena sama-sama berjiwa sederhana.

Pandai Menata


Ini juga penting, yaitu tahu bagaimana bekerja secara efektif dan efisien, tidak grasa-grusu tetapi juga tidak lambat dalam bekerja. Mereka yang pandai menata, juga mahir dalam merangkul seriap kelompok masyarakat. Bersama pemimpin yang pandai menata, negara akan asri seperti taman yang berisi beraneka ragam bunga dan tanaman indah. Tidak ada hama dan ilalang yang merusak pemandangan.

Jadi, siapakah kira-kira pilihan dari Iwan Fals tersebut? Mudah sekali menebaknya bukan? Di mesia sosialnya, Iwan bahkan mem-posting acara yang diselenggarakan oleh kedua paslon dan memberikan pendapatnya untuk masing-masing.

Kepada acara karnaval kebangsaan 01, ia menyebutnya seperti bunga-bunga yang indah: “Wuih, indah ya, warna-warni kayak bunga di taman, beragam, piss.” Di akhir, ia juga menambahkan emoticon dua jari yang berarti “damai”.

Kepada acara kampanye akbar 02 di GBK, ia menyebutnya seperti salju: “Wuiih, luar biasa ya, kayak salju.” Di akhir, ia tambahi dengan emoticon “jempol”.

Ke manakah nantinya Iwan menentukan pilihan? Kalau saya sih, mending ke taman bunga daripada terjebak dalam badai salju!

Iklan Atas Artikel

Iklan Tengah Artikel 1

Iklan Tengah Artikel 2

Iklan Bawah Artikel

==[ Klik disini 2X ] [ Close ]==