Mengungkap Kontroversi Kartu Pra Kerja - dibuka.site

Mengungkap Kontroversi Kartu Pra Kerja

Hallo sahabat Berita Online Anak Milenial dimanapun anda berada,Pada Artikel yang anda baca kali ini dengan judul " Mengungkap Kontroversi Kartu Pra Kerja ",telah kami persiapkan dengan baik untuk anda baca dan ambil informasi didalamnya.mudah-mudahan apa yang kami tulis ini dapat anda pahami.selamat membaca.

kartu sakti jokowi

Kartu Para-Kerja Salah satu kartu sakti Jokowi


Pertama Kali digulirkan ke publik Kartu Para-Kerja (kita singkat dalam tulisan ini sebagai KP-K) memunculkan kontroversi. Ada yang mengira KP-K menggaji pengangguran, sementara honorer saja tidak bisa digaji. Ada pula yang bilang bukan menggaji pengangguran melainkan memberi insentif kepada pencari kerja selama masa pembinaan sampai mendapatkan kerja.

Menjadi kontroversi, mungkin karena baru dimunculkan dan terdengar asing di telinga. Menjadi kontroversi bisa juga karena tidak paham. Menjadi kontroversi bisa juga karena salah paham. Dan menjadi kontroversi karena baru, tidak paham atau salah paham serta bisa jadi sengaja dijadikan kontroversi.

Maka hari ini saya mau unboxing KP-K.Disebut unboxing karena masih tergolong baru sehingga dianggap masih banyak yang belum memahami sekalipun sudah sering mendengar. Dan bisa juga agar menjadi alternatif pilihan menarik dari sekian program-program dalam Pemilu kali ini. Tetapi jangan terlalu terpaku dengan kata unboxingnya.

Apa itu kartu pra-kerja (KP-K)

KP-K adalah bantuan pemerintah yang diberikan kepada para pencari kerja. Bantuan itu berbentuk pembinaan sebelum kerja, insentif selama masa pembinaan dan penyaluran ke tempat-tempat kerja setelah dan selama masa pembinaan. Jadi jelas program ini bukan sekedar memberi insentif semata.

Siapa penerima KP-K?

Mereka yang mau mencari pekerjaan – secara umum – dan terutama mereka yang baru tamat SMA-SMK dan kuliah, serta mereka yang mau mengubah pekerjaan. Yang penting mereka yang mau bekerja. Jadi ini membantah anggapan bahwa program ini untuk menggaji pengangguran.

Kalau mereka yang tidak mau bekerja, tidak boleh menikmati program ini.

Bagaimana pelaksanaan program KP-K?

Mereka yang mau berkerja dipersilakan mendaftar ke kemenaker.Mereka yang sudah terdaftar akan mendapatkan kartu anggota atau KP-K.Setelah terdaftar, mereka akan menjalani pembinaan keterampilan kerja. Nah selama masa pembinaan itu, pemilik KP-K akan mendapatkan insentif atau uang makan untuk hidup selama pembinaan sehingga tidak memberatkan anggota keluarganya. Proses ini juga ditentukan dari jenis program yang ada dalam program ini, yaitu skillingup-skilling dan re-skilling.

Skilling adalah pembekalan keterampilan kerja sesuai dengan kemampuan peserta dan peluang pasar yang ada. Mereka ini adalah pencari kerja baru baik dari tamatan SMA-SMK dan bisa jadi sarjana. Tentu pembekalannya dilakukan sesuai tingkat pendidikannya.

Up-skilling adalah peningkatan kemampuan kerja. Mereka yang mengikuti program ini bisa jadi dari mereka yang sudah skilling atau yang sudah sarjana.Dengan peningkatan kemampuan ini diharapkan peserta dapat mendapatkan kesempatan-kesempatan baru yang lebih menguntungkan dalam dunia pekerjaan.

Re-skilling adalah peralihan kemampuan atau keahlian kerja tanpa menghilangkan kemampuan yang sudah ada. Bisa juga dikatakan penambahan kemampuan keahlian kerja baru. Tentunya semakin banyak keahlian maka semakin terbukalah peluang kerjanya.Harapannya dengan adanya penambahan ini,peserta tidak terpaku pada satu peluang kerja saja, tetapi terpacu untuk mencari peluang baru.

Apa keuntungan KP-K?

Ada banyak keuntungan. Yang jelas pembekalan adalah modal dasar untuk mencari kerja. Tidak perlu lagi kuatir selama mencari kerja akan hidup dari mana. Tidak perlu lagi mencari-cari kerja karena tempat kerja sudah menjadi keharusan dari program ini. Itu artinya, kalau Anda mau, maka pekerjaan sudah pasti ada.

Antisipasi terhadap calon peserta

Anda perlu sadar bahwa berhadapan dengan program pemerintah sudah pasti berhadapan dengan apa yang disebut prosedur. Prosedur standar program pemerintah adalah validasi berkas calon peserta. Pemberkasan ini sangat penting, tetapi sering kali merepotkan dan membuat orang malas untuk mengikuti program tersebut. Maklum, manusia zaman ini maunya yang instan saja.

Maka mereka yang mau mendaftarkan diri harus sudah siap menghadapi prosedur yang ada.ingat, berhadapan dengan program pemerintah tidak ada yang mudah dan Anda harus pastikan Anda memang mau bekerja, bukan sekedar biar dapat insentif setahun.

Program ini adalah program serius.Maka dibutuhkan pemerintah yang serius untuk melaksanakannya.Karena kebijakan pemerintah sangat menentukan dalam program ini baik kebijakan anggaran dan kebijakan dalam pengawasan pelaksanaan.Anggaran berkaitan dengan alokasi APBN untuk program KP-K.Pengawasan pelaksanaan berkaitan dengan kualitas ASN kita.
Selama ini banyak program pemerintah yang baik dan sangat urgen.Anggaran sudah cair,tetapi pelaksanaannya terkendala karena kualitas ASNnya sangat menjijikkan.Kalau kualitas ASNnya adalah yang penting program terlaksana dalam laporan,maka habislah semuanya.

Jangan anggap remeh dengan ini.Sudah terlalu sering kita menghadapi kendala di pelayanan ASN yang tidak berkualitas dan asal-asalan di berbagai lembaga negara.Terkadang lebih baik mengandalkan robot dari pada mengandalkan ASN.Bahwa sekarang ada perubahan, tetapi tidak signifikan dan bahkan banyak ASN melayani dengan berkualitas karena terpaksa bukan karena memang dia berniat melayani dengan kualitas yang ada.

Pemerintahan sekarang terbukti memang masih kewalahan menghadapi para penyelenggara negara ini.Mungkin karena mereka sudah jadi ASN sehingga merasa sudah aman hidupnya.Jadi kalau program KP-K mau berjalan mulus,ya ASN harus dibenahi dulu atau setidaknya ditugaskan mereka yang memang punya kualitas teruji.

Posibilitas atau kemungkinan terwujud

Program seperti ini sebenarnya sudah dijalankan beberapa sekolah swasta. Bahkan ada yang disertai dengan perjanjian notaris bahwa setelah melalui pendidikan akan langsung mendapat pekerjaan. Calon pekerja ini mengikuti program D1. Jadi universitas menjadi lembaga pembekalan keahlian selama setahun dan penghubung dengan lapangan pekerjaan di perusahaan-perusahaan.

Saya sudah mengalami proses ini, meskipun saya tidak menerima tawaran pekerjaan dari pihak universitas.Tetapi sebagian dari angkatan saya dan setelahnya, banyak yang langsung menjalani tes masuk kerja.Kebanyakan dari mereka sekarang sudah mendapat pekerjaan hanya setahun menjalani pendidikan.Tentu hal ini terlaksana karena adanya keseriusan, komitmen, integritas dan tanggung jawab dari pihak universitas.

Maka rekomendasi saya, program ini sangat mungkin terwujud dan tidak terlalu sulit bila mengacu pada pengalaman di atas.Dan memang tahun ini suda hada hasilnya dari program ini meskipun masih dalam skala kecil.

Semoga Anda paham. Sekarang tinggal keputusan Anda

Sumber : Seword.com

Iklan Atas Artikel

Iklan Tengah Artikel 1

Iklan Tengah Artikel 2

Iklan Bawah Artikel

==[ Klik disini 2X ] [ Close ]==