PBB Rusun Digratiskan oleh Ahok Kini Dibuat Wajib Bayar Oleh Anies - Dibuka Site Berita Online Anak Milenial

Sponsored

PBB Rusun Digratiskan oleh Ahok Kini Dibuat Wajib Bayar Oleh Anies

Hallo sahabat Dibuka Site Berita Online Anak Milenial dimanapun anda berada,Pada Artikel yang anda baca kali ini dengan judul " PBB Rusun Digratiskan oleh Ahok Kini Dibuat Wajib Bayar Oleh Anies ",telah kami persiapkan dengan baik untuk anda baca dan ambil informasi didalamnya.mudah-mudahan apa yang kami tulis ini dapat anda pahami.selamat membaca.

AHOK



Mampus,Waraga Rusun Di DKI diwajibkan bayar PBB


Benar-benar keberpihakan yang santun namun sadis dan bak lintah darat, dia memanfaatkan posisinya bak buaya Jurassic Park di Balai Kota guna memangsa penduduk DKI demi menyalurkan pundi-pundi duit warga supaya mengalir deras ke kas DKI.

Tajir badutnya, nelangsa warganya. 


Mungkin hal tersebut menjadi motto yang sangat tepat untuk menyatakan apa yang terjadi di dalam kota Jakarta yang nasibnya malang itu. Sudh sedih, sengsara, tidak bahagia, menderita, diajak bayar PBB pula!

Sebelumnya Ahok telah gratiskan PBB lokasi tinggal di bawah 1 miliar karena dirasakan terlalu memberatkan. Sekarang si cowok penyokong Prabowo, Anies ini justeru ganti peraturannya. Jadi diajak bayar. Tajir badutnya, nelangsa warganya. Bagaimana kisahnya?

Alkisah di kota mempunyai nama Jakarta, pernah hadir seorang pemimpin kota yang paling baik hati. Ia galak, tegas, tetapi di kedalaman hatinya, dia ialah sosok yang baik hati.Dia mengurus penduduk Jakarta hingga mendapatkan tiga urusan yang dibutuhkan. Tiga hal simpel ini dilaksanakan Ahok sebagai pejabat. Sebenarnya tiga urusan ini bukan urusan yang susah dilakukan. Apa saja itu?

Perut mereka penuh.


Jaminan kesetaraan dan administrasi sila kelima, keadilan sosial untuk seluruh rakyat, dijalankan oleh Ahok dalam hal makanan. Mereka dijamin dapat makan. Mereka yang terdapat di bawah garis kemiskinan diserahkan fasilitas. Kartu Jakarta sehat,diciptakan Ahok.

Semua kemudahan untuk menemukan sembako murah juga digarap oleh Ahok. Ahok paling mengurus penduduk Jakarta. Ahok memberikan garansi setiap orang dapat makan. Minimal santap dua kali sehari. Itu telah lebih dari lumayan rasanya. Di Jakarta, Ahok mengurus mereka satu per satu.

Perut mereka dijamin penuh, kenapa? Karena dengan kenyang, di sana terdapat kedamaian. Ahok tahu bahwa penduduk Jakarta perlu makan.

Mereka akan diciptakan kenyang. Bukan diserahkan nasi bungkus guna event-event tertentu. Tapi Anies hancurkan itu. Semua jadi susah. Anies justeru hancurkan apa yang telah diperjuangkan Ahok.

Dompet mereka penuh.


Jaminan kesetaraan dan administrasi sila kelima, keadilan sosial untuk seluruh rakyat, dijalankan oleh Ahok dalam hal keuangan. Keuangan mereka dijamin.

Mereka diserahkan keringanan untuk tidak sedikit hal. Untuk hal transportasi, mereka mendapatkan kemudahan gratis naik TransJakarta untuk yang bermukim di Rusun.

Mereka memang mesti bayar, namun pengeluaran mereka diciptakan sangat kecil. Ahok sering memakai logika tentang keuangan. Ia lebih setuju penduduk Jakarta bisa gaji 3 juta dan pengeluaran melulu 1 juta, ketimbang gaji 7 juta tetapi pengeluaran dapat sampai 6 juta.

Logika simpel ini dipakai Ahok, bukan untuk menciptakan mereka kaya. Tapi meringankan beban mereka. Dengan rasa ringannya beban pengeluaran di ibu kota, Ahok memberikangaransi keuangan untuk rakyat Jakarta. Namun kebajikan Ahok dihancurkan oleh Anies siinsan penggunting pita itu.

Pikiran mereka penuh.


Jaminan kesetaraan dan administrasi sila kelima, keadilan sosial untuk seluruh rakyat, dijalankan oleh Ahok dalam hal pendidikan.

Ahok memastikan pendidikan warganya. Bukan justeru membodohi-bodohi warganya laksana si Anies yang sesuai kerja jadi badut itu. Pikiran mereka dipastikan oleh Ahok.

Mereka diserahkan kartu Jakarta pintar. Kartu Jakarta pintar menjadi suatu bagian yang sangat baik. Ahok menjalankan tugas sebagai pejabat yang memungut andil dalam pembangunan bangsa ini. Jakarta diciptakan lebih cerdas.

Semua dipastikan sekolahnya. Kalau perlu, dijemput oleh Bus Sekolah. Anies? Malah buat kartu Jakarta pintar jadi dungu. Jakarta menjadi dungu sebab KJP dirusak. Malah dapat dicairkan. Buktinya Jakarta dungu. Kalau tidak dungu, mereka tidak barangkali memilih Anies.

Ketiga urusan di atas ini ialah perjuangan Ahok yang dirusak dan dihancurkan Anies siinsan yang sesuai kerja jadi badut itu.

Sedangkan alasan konyol dan koplak si Anies dalam merevsi Pergub Ahok yang jelas keberpihakan ke rakyat paling nyata menjadi keberpihakan ke kepntingannya dan gerombolan magabut TGUPP alias Tim Gabener Penarik Pajak. Ada si Marco Kusumawijaya si pemebenci Ahok dan Jokowi yang pernah mengujarkan kebencian jelang PEMILU 2019 kemudian ke Presiden dengan ungkapan inginkan muntah dan merasa mual menyaksikan sikap Pak Jokowi.

Kali ini lihat dan perhatikan, membaca dalil Anies mendongkrak pajak menciptakan kami yang menulis ataupun andan yang akan membaca mual dan pengen muntah, demikian dikutip Tempo:

Berdasarkan keterangan dari Anies, revisi pergub adalah hal yang rutin dilaksanakan tiap tahun. "Yang urgen pada 2019, tersebut (PBB) tetap dibebaskan, tersebut dulu yang penting," ujar Anies di Balai Kota, Jakarta Pusat, Senin, 22 April 2019.

Dalam Pergub Nomor 38 Tahun 2019 mengenai revisi Pergub DKI Nomor 259 Tahun 2015 diterangkan dalam Pasal 4A bahwa cuma-cuma PBB untuk lahan atau gedung dengan NJOP (nilai jual objek pajak) di bawah Rp 1 miliar melulu berlaku hingga 31 Desember 2019. Pembebasan PBB dengan NJOP di bawah Rp 1 miliar ditata dalam Pasal 2.

Artinya, pada 2020 rumah, rusunami, dan rusunawa dengan NJOP di bawah Rp 1 miliar wajib menunaikan PBB. Anies mengabsahkan pergub baru tersebut pada 15 April 2019.

Perhatikan, argumentasi eskalasi pajak untuk lokasi tinggal yang di bawah Rp 1 M oleh Anies yang sbeelumnya dilepaskan Pak Ahok, alasannya menggelikan:

Pertama, sebab menurut keterangan dari Anies tersebut katanya revisi pergub rutin dilaksanakan tiap tahun. Wah, benar ini mengesahkannya sebahgai Gubernur Pergub, tukang utak atik dan perevisi Pergub agar kelihatan kerja sebenarnya kerja dan realisasi program pembangunan justeru mangkrak. Tuh, bisanya bangun trotoar dan JPO doang, itupun duit warisan CSR Ahok!

Kedua, dalil mewajibkan penduduk bayar pajak yang lokasi tinggal di bawah 1 M sebab warga penghuni rusunami dan rusunawa akan dijerat pajak oleh Anies. Ya jelaslah kalau tersebut mah sudha tentu di bawah Rp 1 M. Dasar akal-akalan Anies saja.


Sekarang PBB yang sempat digratiskan Ahok, malah diajak bayar. Nelangsa oh nelangsa. Sengsara oh sengsara. Hancur oh hancur. Bodoh tetaplah bodoh. Si cowok penyokong Prabowo ini merusak Jakarta dengan teknik yang terstruktur, sistematis dan masif. Dulu penduduk nggak butuh mikirin bayar pajak sekarang diperbanyak pos pengeluaran yang mesti diayar ke si bos Anies!

Enak zamanku tho? Kata Ahok, wkwkwk.


Sumber 

Berlangganan update artikel terbaru via email:

Belum ada Komentar untuk "PBB Rusun Digratiskan oleh Ahok Kini Dibuat Wajib Bayar Oleh Anies"

Posting Komentar

Iklan Atas Artikel

Iklan Tengah Artikel 1

Iklan Tengah Artikel 2

Iklan Bawah Artikel