Yang Mengundang Hacker Rusia Adalah Penjahat-Mahfud MD Skip to main content

Yang Mengundang Hacker Rusia Adalah Penjahat-Mahfud MD

hacker rusia

Kubu Prabowo Kena sentil Lagi,Blak-Blakan! Mahfud MD Sebut yang Mengundang Hacker Rusia Penjahat


Benang merahnya kentara banget: Melakukan ‘Propaganda Rusia’, memakai konsultan Rusia,sampai akhirnya jejeritan mengundang hacker Rusia.

Logika yang dipakai pun masih tetap sama gobloknya, yakni konon bertujuan untukmengayomi laman sah Komisi Pemilihan Umum (KPU) sekitar proses penghitungan suara Pemilu 2019.

Tak heran bila lantas Mahfud MD secara amat blak-blakan menyinggung mereka semuanya sebagai penjahat!


Pasca pencoblosan, ulah kubu sebelah semakin menggila.

Tagar goblok #INAelectionObserverSOS yang amat memalukan itu di samping terus dikumandangkan dengan dalil yang kentara amat mengada-ada, menjadi lebih meningkat goblok lagi dengan tagar #CyberMuslimRussianForPrabowoSOS yang tak kalah konyolnya.

Memanggil IT berpengalaman dan hacker dari Muslim Cyber Army Rusia supaya ikut turun tangan mengamankan suara terhadap Prabowo - Sandiaga sebagaimana tertera dalam tagar.

Tak melulu sampai di situ, mereka pun beramai-ramai menyerukan kalimat permintaan tolong: I need you all; we need help, we need your hands, bareng tangkapan layar yang mencerminkan lalu lintas serangan.

”Bismillah.. Kami perlu 1 juta tagar biar saudara kami hacker Muslim Rusia menolong kami. Merekalah hacker terbaik di dunia,” tulis @MYA05088157.

Sebelumnya pada 20 Maret 2019, tagar ini sempat menempati trending dengan mengangkat isu bahwa polisi tidak netral dalam proses pesta demokrasi di Indonesia.

Mantan Ketua Mahkamah Konstitusi (MK) Mahfud MD menanggapi adanya upaya pengerahan kumpulan peretas (hacker) yang konon bertujuan untuk mengayomi laman sah Komisi Pemilihan Umum (KPU) dari sekitar proses penghitungan suara Pemilu 2019.

Berdasarkan keterangan dari Mahfud, urusan tersebut harusnya tidak dilakukan, lantaran instrumen hukum negara Indonesia telah tepat untuk mengerjakan hal-hal cocok aturan. Termasuk mengayomi laman instansi pemerintah.

"Sebaiknya tidak dilakukan. Untuk apa sih? Untuk apa melakukan itu?" kata Mahfud di kediamannya, Sambilegi Baru, Maguwoharjo, Depok, Sleman, Yogyakarta.


Kendati demikian, Mahfud menyatakan tak dapat menghalangi pihak-pihak yang mengerjakan pengerahan.

Berdasarkan keterangan dari dia, imbauan terus dilakukan, tetapi tetap terdapat saja pihak-pihak yang melakukan.

"Kalau orang jahat itu dapat saja melakukan. Sudah dilarang di dalam negeri,dilaksanakan dari luar negeri dikirim ke sini," ujar dia.

Ia meminta masyarakat Indonesia untuk meyakini instrumen negara yang ada.

Menurutnya, negara mempunyai alat-alat modern untuk mengayomi laman KPU.

Alat itu dipunyai baik oleh polisi, TNI, Menkominfo, dan pihak-pihak berhubungan lainnya.

Rakyat seharusnya menyerahkan kepercayaannya untuk lembaga-lembaga ini, bukan untuk para peretas (hacker) yang tidak jarang kali menyesatkan dan menyulut emosi masyarakat.

Tanggapan pedas Mahfud MD sendiri bukanlah asal ucap belaka laksana yang kerap dilaksanakan oleh kubu sebelah.

Salah satu contohnya dapat dilihat dari cuplikan data berikut ini

Dikutip dari KOMPAS.com, Pemerintah Amerika Serikat belakangan tidak sedikit menaruh curiga terhadap Rusia karena diperkirakan mencampuri urusan domestik AS lewat jalur cyber.

Tak tidak cukup vendor antivirus ternama Kaspersky ikut kena getahnya dengan ditutup oleh institusi-institusi pemerintah AS.

Belakangan, akhir pekan ini, isu intervensi Rusia pulang memanas sesudah Department of Homeland Security (DHS) memberitahukan bahwa gerombolan hacker asal Rusia ternyata pernah menyasar pemilu presiden AS pada 2016 lalu.

Serangan hacker terdeteksi menyerang sistem komputer pemilu di nyaris setengah jumlah negara unsur AS.

Total terdapat 21 negara unsur yang ditarget, tergolong Alabama, Alaska, California, Delaware, Florida, Illinois, Iowa, Ohio, Texas, sampai Washington.

Negara-negara unsur tersebut merangkum “swing states” yang mempunyai pengaruh besar terhadap hasil pemilu presiden AS tahun lalu.

Tujuan hacker tak lain hendak mengganti hasil pemilu ke arah tertentu -diduga guna memenangkan Donald Trump.

Di sejumlah negara bagian, peretas mengupayakan masuk ke sistem komputer pemilu, namun gagal.

Dalam kebanyakan permasalahan mereka melulu melakukan scanning kekurangan sistem,laksana maling yang menjajaki celah membuka pintu, namun kemudian selesai begitu memahami pintu itu dikunci.

Hanya terdapat satu upaya pembobolan yang berhasil dan terkonfirmasi, yaitu di Negara bagian Illinois.

Keterangan DHS melafalkan bahwa semua hacker tidak menyasar sistem tabulasi voting,tetapi sistem registrasi pemilih.

Tidak terdapat bukti bahwa hacker Rusia sukses mengganti satu voting atau satu registrasi dalam aksinya itu.

DHS ikut menuding bahwa usaha peretasan sistem komputer pemilu presiden AS tersebut dilancarkan oleh semua hacker yang berlaku sebagai “aktor cyber pemerintah Rusia”.

DHS kesatu kali memberitahukan adanya upaya hacking pada Juni lalu, tetapi ketika tersebut belum mengungkapkan negara unsur mana saja yang disasar.

Negara-negara unsur yang sistem komputer pemilunya menjadi target hacker baru memahami soal upaya peretasan tersebut sesudah diberitahu oleh DHS pada Jumat, 22 September kemarin.

Beberapa pihak mengkritik keputusan DHS yang dinilai telat menyerahkan informasi.

“Tak dapat diterima bahwa santap waktu nyaris setahun untuk mengumumkan negara-negara bagian tersebut bahwa sistem pemilu mereka dibidik hacker,” ujar Senator Mark Warner, Vice Chairman Senate Intelligence Committee, sebagaimana KompasTekno rangkum dari Tech Crunch, Sabtu (23/9/2017).

DHS menganjurkan negara-negara unsur yang disasar hacker agar meningkatkan keamanan cyber menjelang midterm election tahun 2018 mendatang.

Ternyata demikian itu teknik kerjanya.

Dan yang paling buat muak, durjana tersebut bahkan diagung-agungkan, serta dimanipulasi persepsi sebagai upaya untuk mengayomi laman sah Komisi Pemilihan Umum (KPU) dari sekitar proses penghitungan suara Pemilu 2019?




Comment Policy: Silahkan tuliskan komentar Anda yang sesuai dengan topik postingan halaman ini. Komentar yang berisi tautan tidak akan ditampilkan sebelum disetujui.
Buka Komentar
Tutup Komentar
==[ Klik disini 2X ] [ Close ]==