Awas Setan Gundul Kini Mencari Korban | Dibuka Site Berita Online Anak Milenial

Awas Setan Gundul Kini Mencari Korban

demokrat Vs PKS

Demokrat VS PKS

Dibuka.site - PKS sang back stabber sejati kini sudah mulai berani menyerang Demokrat sejak dikabarkan Quick Count sekian banyak  lembaga survei mengalahkan suara Partai Demokrat. Sebagai parasit PKS telah kenyang menyedot Nutrisi partai Demokrat dan baru-baru ini menyedot Nutrisi partai Gerindra. Sejak pemerintahan SBY, PKS menempel di pemerintahan Demokrat guna kelangsungan hidup partai, masih inget kan permasalahan korupsi SAPI? masih ingat permasalahan kenaikan BBM dimana PKS membelot?

Setelah Demokrat terbenam maka PKS menghinggapi partai Gerindra, di samping mendapat tidak sedikit kardus semenjak 2014, PKS mendapat limpahan suara dari pemilih Gerindra yang diprediksi dapat mencapai 20% pada PILEG 2019 ini, tetapi pada kenyatannya hanya berkisar di 12%, sementara PKS yang ditebak tidak lolos parlemen justeru mendapat suara nyaris 9%. Setelah mapan, kini PKS sedang berencana unik menarik hati Rakyat dengan manuver-manuvernya yang hajar kiri-kanan.
  
Setelah mengkhianati Prabowo dengan menuliskan hasil Quick Count tidak pernah meleset,kemudian menghindari bentrokan pasca Pemilihan Presiden seakan-akan sebagai partai yang bijak, PKS melanjutkan dengan menyerang Jokowi bahwa bela sungkawa saja tidak cukup lumayan untuk petugas KPPS yang meninggal, sekarang PKS mulai menyerang Partai Demokrat terang-terangan, partai yang pernah dihinggapinya guna bertahan hidup, sekarang diserang PKS.

Teka-Teki Setan Gundul


Bermula dari cuitan Andi Arief yang menuliskan "Partai Demokrat hendak menyelamatkan Pak Prabowo dari perangkap sesat yang memasok angka kemenangan 62 persen," ujar Andi seperti dikutip dari akun Twitternya, Senin (6/5/2019).

"Dalam koalisi adil makmur terdapat Gerindra, Demokrat, PKS, PAN, Berkarya, dan rakyat. Dalam perjalanannya hadir elemen setan gundul yang tidak rasional, mendominasi dan cilakanya Pak Prabowo mensubordinasikan dirinya. Setan Gundul ini yang memasok kesesatan menang 62 persen," kata dia.

Lalu dibalas oleh Hidayat Nur Wahid "Nah yang jadi masalah koalisi setan gundul tersebut koalisi yang mana? Kita gak tahu, beliau (Andi Arief) yang mestinya menjelaskan," ujar Hidayat saat didatangi di Kompleks Parlemen, Senayan, Jakarta, Senin (6/5/2019).

Ada urusan yang unik dari kejadian ini!! Andi Arief berbicara bahwa setan gundul tersebut di luar Gerindra, PAN, PKS, Demokrat, Berkarya, Rakyat. Tiba-tiba Hidayat Nur Wahid yang adalah kader PKS menimpali Andi Arief, sebenarnya Andi Arief tidak mengacu pada PKS. Sampai sini terdapat yang aneh? singkat kisah komentar Hidayat Nur Wahid dijawab oleh Demokrat melewati Jansen, beritanya silakan baca di sini

Review Karakteristik PKS


PKS ialah salah satu partai yang unik, semenjak berganti nama dari PK maka PKS pulang menjadi partai yang oportunis, tampak dari sifatnya dalam koalisi SBY dulu dimana biasanya PKS menusuk Demokrat dari belakang guna menuai simpati dari rakyat. Salah satunya ketika SBY berkeinginan menaikan harga BBM. Kini PKS masih juga tetap partai oportunis, teriak-teriak tolak kafir di Jakarta, tetapi di sejumlah wilayah menyokong calon pemimpin kafir dan ketika ini PKS pun sedang berpura-pura arif,tetapi di sisi yang berbeda Neno Warisman dan Hidayat Nur Wahid sedang bekerja menyusun Opini Pemilu sarat kecurangan.

Kedua, di dalam PKS terdapat tidak sedikit faksi-faksi yang mempunyai kepentingannya masing2. Oleh karena tersebut jangan mengherankan jika Anis Matta terbit dan menegakkan organisasi baru, sedang Fahri Hamzah dipecat dari PKS. Semua tersebut terjadi sebab banyaknya kepentingan di dalam tubuh PKS. Namun, satu yang tentu di dalam PKS terdapat tidak sedikit sekali kader yang berpaham radikal.

Kode Keras Wiranto


Tak berselang lama dari kejadian yang ceritakan di atas, Wiranto memberi kode yang cukup keras ketika membuka rapat koordinasi membahas ketenteraman pascapemilu di Kantor Kemenko Polhukam, Jakarta, Senin (06/05/2019) seperti dikutip kompas "Ada lagi figur di luar negeri, tiap hari ngomong ngompori masyarakat, menghasut masyarakat, guna apa? Untuk mengambil langkah-langkah inkonstitusional. Itu pun tidak dibenarkan," ujar Wiranto ketika membuka rapat.

Kemanakah Semua Ini Bermuara?


People Power telah direncanakan semenjak lama dan kita pun sudah tau seluruh itu. Namun tampaknya terdapat rencana beda selain hanya People Power yang membawa tema kecurangan PEMILU. Untuk ketika ini seluruhnya masih samar-samar, kita hanya tau sebatas People Power, sementara langkah-langkah konkrit di dalamnya masih berupa bayang-bayang, barangkali itulah yang dimaksud SETAN GUNDUL oleh Andi Arief, anda tidak pernah tahu wujud asli dari rencana jahat dibalik seluruh ini, walaupun anda tahu rencana tersebut ada.