Cukup Kemenangan Disatu Provinsi Untuk menutupi Kekalahan 13 Provonsi | Dibuka Site Berita Online Anak Milenial

Cukup Kemenangan Disatu Provinsi Untuk menutupi Kekalahan 13 Provonsi


Pulau Jawa Adalah Kunci Kemenangan PILPRES 2019

prabowo menang 13 provinsi


Komisi Pemilihan Umum masih terus mengerjakan perhitungan suara Pilpres 2019. Hingga Senin (13/5/2019) pukul 14:30 WIB telah ada 646.472 TPS dari 813.350 total TPS yang masuk ke dalam database KPU. Dari TPS yang telah masuk tersebut, Jokowi masih unggul dari Prabowo. Jokowi mendapat  68.525.125 suara atau kurang lebih 56,30 persen. Sementara Prabowo memperoleh 43,70 persen suara atau sekitar 53.181.811.

Jokowi mengalahkan Prabowo di 21 provinsi dan ditambah luar negeri. Sementara Prabowo unggul di 13 provinsi yaitu Aceh, Sumatera Barat, Riau, Jambi, Sumatera Selatan, Bengkulu, Banten, Jawa Barat, Nusa Tenggara Barat, Kalimantan Selatan, Sulawesi Selatan, Sulawesi Tenggara, dan Maluku Utara.

Jawa ialah kunci memang bukan ungkapan semata. Siapa saja yang dapat memenangkan pertarungan di Pulau Jawa bakal menjadi pemimpin untuk seluruh rakyat Indonesia. Dan pada peluang kali ini, Jokowi-Amin memperlihatkan bahwa Jawa terutama Jawa Tengah dan Jawa Timur menjadi kunci kemenangan mereka.


Selisih suara di 13 provinsi itu lumayan signifikan. Namun kemenangan Jokowi di Provinsi Jawa Tengah nyaris mampu menutupi selisih kekalahan Jokowi di 13 provinsi tersebut. Hal ini mengakibatkan kemenangan Jokowi di provinsi yang lain menjadi surplus suara untuk pasangan calon nomor urut 01 itu. Bagaimana dapat demikian? Berikut analisis sederhananya.

Berdasarkan data sementara Situng KPU Jokowi dapat unggul telak dari Prabowo di Jawa Tengah. Jokowi unggul di semua kabupaten/kota yang terdapat di Jawa Tengah dan sukses meraup 15.026.333 suara. Sementara Prabowo hanya memperoleh 4.393.275 suara. Berdasarkan suara tersebut, maka terdapat selisih suara sebesar 10.633.058 suara.

Setelah kita mmengetahui selisih sementara suara di Jawa Tengah, ayo kita analisis selisih suara pada 13 provinsi dimana Jokowi dalam data Situng KPU suaranya tertinggal jauh dari Prabowo.

Di Aceh, Jokowi hanya memperoleh 320.284 suara, sementara Prabowo mendapat  1.850.797 suara. Dengan demikian, terdapat selisih suara sebesar 1.530.513 suara.

Sementara tersebut di Sumatera Barat, Jokowi hanya memperoleh 367.985 suara. Sedangkan Prabowo mendapat  2.296.459 suara. Dengan demikian, terdapat selisih suara sebesar 1.928.474 suara.

Di Riau, Jokowi mendapat  984.217 suara, sedangkan Prabowo mendapat  1.588.597 suara. Dengan demikian, terdapat selisih suara sebesar 604.380 suara.

Di Jambi, Jokowi mendapat  794.159 suara, sedangkan Prabowo mendapat  1.079.941 suara. Dengan demikian, terdapat selisih suara sebesar 285.782 suara.

Di Bengkulu, Jokowi mendapat  582.628 suara, sementara Prabowo mendapat  585.436 suara. Dengan demikian, terdapat selisih suara sebesar 2.808 suara.

Di Sumatera Selatan, Jokowi mendapat  1.588.815 suara, sementara Prabowo mendapat  2.300.116 suara. Dengan demikian, terdapat selisih suara sebesar 711.301 suara.

Di Banten, Jokowi hanya memperoleh 1.737.767 suara, sementara Prabowo mendapat  2.790.366 suara. Dengan demikian, terdapat selisih suara sebesar 1.052.599 suara.

Di Jawa Barat, Jokowi mendapat  7.549.019 suara, sementara Prabowo mendapat  10.669.150 suara. Dengan demikian, terdapat selisih suara sebesar 3.120.131 suara.

Di Nusa Tenggara Barat, Jokowi mendapat  708.665 suara, sementara Prabowo mendapat  1.476.596 suara. Dengan demikian, terdapat selisih suara sebesar 767.931 suara.

Di Kalimantan Selatan, Jokowi mendapat  667.672 suara. Sedangkan Prabowo mendapat  1.193.362 suara. Dengan demikian, terdapat selisih suara sebesar 525.690 suara.

Di Sulawesi Tenggara, Jokowi mendapat  544.994 suara, sementara Prabowo mendapat  827.216 suara. Dengan demikian, terdapat selisih suara sebesar 282.222 suara.

Di Sulawesi Selatan, Jokowi mendapat  1.831.320 suara, sementara Prabowo mendapat  2.398.352 suara. Dengan demikian, terdapat selisih suara sebesar 567.032 suara.

Di Maluku Utara, Jokowi mendapat  235.083 suara, sementara Prabowo mendapat  240.593 suara. Dengan demikian, terdapat selisih suara sebesar 5.510 suara.

Setelah kita memperoleh selisih di masing-masing provinsi dimana Jokowi menelan kekalahan, maka saya menjumlahkan selisih-selisih tersebut. Hasilnya selisih suara Jokowi di 13 provinsi itu ialah 11.384.373 suara.

Ketika saya meminimalisir angka itu dengan selisih kemenangan Jokowi di Jawa Tengah sejumlah 10.633.058 suara, maka selisihnya berkisar kurang lebih 751.315 suara saja. Selisih ini bisa ditutupi dengan kemenangan telak Jokowi di Bali ataupun NTT dimana pendapatan suara Jokowi di dua provinsi ini menjangkau 90 persen dengan selisih jutaan suara.

Dengan demikian, dapat diputuskan bahwa kemenangan telak Jokowi di Jawa Tengah dapat menutupi kekalahan Jokowi di 13 provinsi. Dan dengan tambahan tidak banyak suara di Bali/NTT, Jokowi dapat menutupi semua kekalahannya di 13 provinsi. Jadi, kemenangan Jokowi di provinsi-provinsi lain seperti Lampung, Sumatera Utara, DKI Jakarta, Kalimantan Barat, dan Sulawesi Utara menjadi surplus suara untuk dirinya.

Maka tidak boleh heran saat Jokowi dapat mencatatkan keunggulan sampai kurang lebih 15 juta suara. Satu kemenangan Jokowi di Jawa Tengah saja sudah nyaris mampu menutupi kekalahan Jokowi di 13 provinsi tersebut. Sehingga kemenangan Jokowi di provinsi lain menjadi surplus suara untuk dirinya.