Demokrat kembali sliding kemenangan Prabowo - Dibuka Site Berita Online Anak Milenial

Sponsored

Demokrat kembali sliding kemenangan Prabowo

Hallo sahabat Dibuka Site Berita Online Anak Milenial dimanapun anda berada,Pada Artikel yang anda baca kali ini dengan judul " Demokrat kembali sliding kemenangan Prabowo ",telah kami persiapkan dengan baik untuk anda baca dan ambil informasi didalamnya.mudah-mudahan apa yang kami tulis ini dapat anda pahami.selamat membaca.

Demokrat Minta Prabowo Jujur soal Bukti 62 Persen

SBY demokrat Prabowo


Kalau yang menyangkal klaim kemenangan Prabowo, yang konon katanya 62% itu, ialah dari pihak lawan mereka, tersebut sudah biasa dan tidak akan dialami oleh kubu Prabowo. Malah akan diejek balik, khususnya oleh petinggi kubu Prabowo dan semua pendukung Prabowo yang die hard, yang militan. Kita kritik, mereka tidak bakal merasa, justeru akan menggonggong balik. Namun kalau sangkalan itu datangnya dari rekan satu kongsi Prabowo, bakal terasa paling telak. Sangat makjleb. Terasa efeknya hingga ke ulu hati,buat mau pingsan. Para penyokong militan Prabowo juga mesti beranggapan dulu sebelum mereka menyerang balik. Kan rekan satu kongsi. Salah-salah kata, kapal dapat goyah dan langsung karam.

Oleh karena itu, jadi unik buat ditulis. Soalnya gini ya, semua pendukung Prabowo dan semua petinggi gerombolan Prabowo dan antek-anteknya tersebut kan sulit kalo disuruh reasoning. Kalau diajak beranggapan menggunakan nalar dan logika. Namanya pun demen hoaks kan. Daripada capek-capek adu argumen logis dengan mereka, mending digempur saja sekalian dengan apa yang dilontarkan oleh rekan mereka sendiri. Yakni Partai Demokrat.

Sejak selesainya pencoblosan Pileg/Pilpres 2019, Demokrat memang tidak ikut-ikutan dalam pernyataan klaim kemenangan dan sujud syukur yang dilaksanakan oleh Prabowo. Demokrat malah ikut mempertanyakan dari mana asal klaim 62% kemenangan itu. Sebuah angka keramat yang asal usulnya tidak pernah jelas. Datanya tidak jarang kali disembunyikan dan sarat dengan pernyataan-pernyataan yang plin plan. Ada pihak relawan yang menyatakan punya datanya, tetapi tidak pula dikonfirmasi oleh Badan Pemenangan Nasional (BPN) Prabowo – Sandiaga. Dasar datanya pun buat ngakak.

Lalu Hidayat Nur Wahid dari PKS sempat menyinggung angka tersebut berasal dari Demokrat, yang pasti saja segera mendapat sanggahan Demokrat. Pernyataan HNW memang kerap buat tepok jidat sih hehehe…

Dengan adanya demo-demo massa berkedok “people power”, kubu Prabowo menduga mereka masih dapat berkelit dan lepas dari pertanyaan asal usul angka 62% itu. Ternyata tidak dong! Malah kembali rekan satu kongsinya, Partai Demokrat yang mempertanyakan. Rasain luh, wkwkwk….

Kapal Makin Karam Kapten


Yang bersuara kali ini ialah Jansen Sitindaon, Ketua DPP Partai Demokrat.. Ada 2 poin yang diajukan oleh Jansen. Pertama ialah pengakuan Sandiaga yang adalah cawapres Prabowo, bahwa dirinya tidak tahu sumber angka 62% itu. "Kami sebetulnya sudah tidak hendak lagi berbantah-bantahan bersangkutan permasalahan angka 62 persen tersebut ya. Yang pasti, secara fakta, sampai ketika ini kami belum menyaksikan satupun yang dapat menunjukkan data angka kemenangan 62% tersebut, tergolong setan gundul yang menyerahkan data itu ke Pak Prabowo juga belum dapat membuktikannya,” kata Jansen dikutip detik.com. "Dan Bang Sandiaga Uno sendiri Wapres Pak Prabowo pun kan sudah mengaku tidak tahu sumber angka 62 persen tersebut dari mana," imbuh Jansen.

Ketidaktahuan Sandiaga ini paling tidak masuk akal. Padahal dia ialah cawapresnya. Tidak heran andai Sandiaga nampak sekali tidak hendak sekali menyambut klaim kemenangan ini.

Poin kedua yang diajukan oleh Jansen ialah korelasi antara angka kemenangan Prabowo dengan angka pendapatan partai-partai politik pengusungnya. Biasanya parpol pengusung, yang sangat relevan dalam urusan ini ialah Gerindra, akan mendapat  efek ekor jas (coattail effect). Jika capres usungan mereka menang, maka otomatis partai pengusung,khususnya Gerindra juga ikutan menang. Hal ini berlaku terhadap PDIP, Golkar dan parpol-parpol pengusung Jokowi. Namun, nyatanya tidak berlaku pada Gerindra.

"Satu urusan lagi, andai benar Prabowo-Sandi menang 62%, urusan ini paling tidak mestinya dapat tercermin dari tingginya angka semua partai pendukungnya. Faktanya kanjusteru tidak. Gerindra cuma bisa 11% sekian. Demokrat 8% sekian. PKS 7% sekian demikian pun halnya PAN 7% sekian. Berkarya justeru 1% sekian. Jika dijumlah totalmelulu 33%-34%," ucap Jansen. "Masa sih suara 62 persen tersebut jika benar terdapat tidak terkonversi, tidak mengalir ke suara partai-partai pendukungnya," dia menambahkan Sumber.

Bisa dikomparasikan juga dengan angka quick count, contohnya dari Litbang Kompas. Data per Kamis 25 April 2019 menunjukkan, PDIP sedang di posisi sangat atas dengan 19.7% suara. Baru lantas Gerindra dengan 12,88% suara. Di posisi ketiga Golkar 11,86% dan keempat PKB 9.19% Sumber. Kan terlihat bila Gerindra kalah telak. Bahkan PDIP pun telah memperkirakan mereka, koalisi parpol pengusung Jokowi, bakal menguasai parlemen dengan selama 60% kursi DPR Sumber. Gerindra di mana? Kenapa fakta ini terbalik dengan klaim kemenangan Prabowo? Ini sungguh di luar nalar, di luar logika dan terindikasi ngibul! Betul?

Artinya, sekali lagi dengan telak Demokrat, rekan satu kongsi Prabowo, yang memberikan sangkalan yang susah untuk ditentang balik oleh Prabowo. Jansen bareng Andi Arief dan Rachlan Nashidik bahkan sudah menciptakan satu artikel panjang di situs resmi Demokrat, yang menuntut kejujuran Prabowo Sumber. Prabowo juga terdiam, tidak terdapat suaranya dalam minggu kesatu bulan Puasa ini. Bulan Puasa memang sarat dilema untuk Prabowo.

Berlangganan update artikel terbaru via email:

Belum ada Komentar untuk "Demokrat kembali sliding kemenangan Prabowo"

Posting Komentar

Iklan Atas Artikel

Iklan Tengah Artikel 1

Iklan Tengah Artikel 2

Iklan Bawah Artikel