Skip to main content

JATIM Makin Cetar Dalam 100 Hari Pertama


99 Hari Gub/Wagub Khofifah-Emil Tanpa TGUPP, Jakarta Lewat!


Gubernur dan gubernur. Apa yang waktu itu sudah dilaksanakan oleh Anies-Sandiaga dalam masa-masa 100 hari pertama mereka? Menutup Alexis, yang ternyata hanya karena tidak diperpanjangnya izin Alexis, disertai dengan BAP yang dijanjikan Anies untuk media, tetapi entah hilang di mana? Lalu dimulainya penataan area Tanah Abang dengan penutupan Jalan Jati Baru, yang ternyata salah metodenya karena tidak berkoordinasi dengan pihak-pihak bersangkutan. Lalu janji lokasi tinggal DP 0 persen yang nggak pun kejadian sampai berbulan-bulan ke depan. Lalu terdapat pencabutan larangan kendaraan roda dua di Jalan Sudirman – Thamrin yang…. Begitulah… Lihat saja bagaimana pertumbuhan Jakarta sekarang. Bahkan perusuh juga lebih penting untuk Anies ketimbang penduduk Jakarta yang kena imbas kerusuhan 21-22 Mei dan semua aparat yang telah bekerja keras menjaga ketenteraman buat warga.

Khofifah-Emil


Baiklah sekarang anda akan kami bawa menuju ke Jawa Timur, di mana pasangan Gubernur Khofifah Indar Parawansah dan Wagub Emil Dardak telah mencapai 100 hari kerja. Pasangan ini saya sukai, sebab rekam jejak mereka sangat menyokong kinerja mereka. Mereka kaya akan empiris atau pengalaman dalam mengelola birokrasi maupun mengelola sebuah wilayah. Dan dipilih menurut kualitasnya, tanpa terdapat embel-embel politik identitas macam di Pilkada DKI Jakarta 2017.

Ketika masih berkampanye, Khofifah-Emil menyampaikan 9 program utama sebagai janji kampanye mereka. Yakni :

Jatim Sejahtera,
Jatim Kerja,
Jatim Cerdas dan Sehat,
Jatim Akses,
Jatim Berkah,
Jatim Agro,
Jatim Amanah,
Jatim Berdaya
Jatim Harmoni.

Dan dalam pidato perdananya sebagai Gubernur Jatim, Khofifah mengucapkan prinsip kerja CETAR guna mewujudkan program-program pemerintahannya. CETAR ini ialah singkatan dari Cepat, Efektif, Tanggap, Transparan dan Responsif.Prinsip ini menggambarkan bahwa Khofifah dan Emil inginkan tancap gas dalam mengemban semua program mereka, termasuk menambah kinerja Pemprov Jawa Timur. Prinsip kerja ini menurut keterangan dari saya paling pas dengan pasangan Khofifah-Emil. Keduanya telah dikenal sebagai sosok pekerja dan pelayan publik, bukan sebatas gubernur dan wagub karbitan… Ehem…Dikutip dari sumber dan sumber

Sebelum mencapai 99 hari kerja mereka, Khofifah sudah menerapkan salah satu programnya yaitu Program Keluarga Haparan (PKH) Plus guna warga berusia lanjut (lansia) yang pantas untuk mendapatkan, dengan destinasi pengentasan kemiskinan di Jatim. Mulai akhir bulan Maret lalu, semua lansia penerima guna ini menemukan dana sebanyak Rp 2 juta tiap tahun yang pencairannya masing-masing 3 bulan sekali Sumber. Dengan APBD selama Rp 33 triliun setahun, saya kira program ini tidak bakal memakan tidak sedikit porsi. Iya betul, APBD Jatim tersebut segitu, bandingkan dengan Rp 89 triliun punya DKI Jakarta. Saya yakin APBD tersebut akan digunakan secara efektif oleh Gubernur Khofifah. Tidak butuh pakai tim macam TGUPP segala, pasangan Khofifah-Emil sudah dapat mengelola dan memimpin Jatim.

Hal beda yang telah kelihatan hasilnya ialah stabilisasi harga komoditas, contohnya harga cabai yang selalu diperhatikan Pemprov Jatim. Kemudian program yang memang diprioritaskan guna digenjot pada 3 bulan kesatu kepemimpinan Khofifah ialah Gerakan Membangun Infrastruktur dan Transportasi Kepulauan Madura (Getar Madura). "Pelayaran perintis bersubsidi untuk kepulauan di Madura siap dilakukan tahun ini. Kapan hari suatu dermaga telah kami bangun di Sumenep," terang Khofifah untuk media Sumber.

Sementara itu, sehari sebelum genap 99 hari perdananya, Gubernur Khofifah telah mengenalkan 3 program untuk semua generasi milenial Jatim, pada hari Senin kemudian (27/5). Dilansir liputan6.com, ketiga program ini ialah

Millenial Job Center (MJC)
East Java Super Coridor (EJSC)
Jatim Big Data Innitiative. 

Gubernur Khofifah menyatakan bahwa pihaknya telah mengerjakan uji coba atau penjajakan program di sejumlah titik. Sehingga tidak hanya kemampuan yang disiapkan, tetapi pun ekosistemnya. "Persiapan ekosistem berikut yang mesti dikoordinasikan dengan klien yang dinamakan dunia usaha dunia industri (DUDI) dan mentornya. Selain tersebut juga talentnya sendiri apakah anak-anak alumni SMK/SMA atau S1," tutur Khofifah.

"Lewat MJC sebetulnya semua milenial tidak hanya sekadar mendapat kemampuan dari pelaku digital ekonomi, tetapi pun menyambungkan market akses ke UKM dan IKM," ujar Khofifah. Peluncuran program ini bertepatan pula dengan adanya program dari Kementerian Komunikasi dan Informatika (Kemenkominfo) digital talent scholarship. Dengan demikian,bakal mempermudah generasi milenial untuk dapat masuk MJC. "Kami bercita-cita setelah mereka di-training selama 3 bulan, maka akan gampang terkoneksi dengan DUDI. Apalagi, mentor dan klien yang anda sebut three-partied pun sudah siap," lanjut Khofifah. Saya yakin tidak saja saya saja yang menikmati kualitas Khofifah saat dia bicara mengenai program ini. Yang mana kualitas tersebut bahkan jauh di atas Sandiaga yang maju jadi cawapresnya Prabowo. Sangat jauh di atas Sandiaga, saat menjelaskan programnya di debat capres.

Sementara itu EJSC adalah pengembangan pusat informasi super koridor, yang bakal menyambungkan antara UKM (usaha kecil menengah), IKM (industri kecil menengah), dengan market. Diharapkan generasi milenial Jatim bakal tertarik dengan dunia UKM, IKM,tergolong di bidang pertanian tergolong nelayan. Sedangkan Big Data adalah salah satu prasyarat guna mebawa Jatim menginjak revolusi industri 4.0. "Saya hendak ingin UKM dan IKM menarik dan potensial di mata milenial, nelayan maupun petani juga menarik di mata millenial. Karenanya inovasi dan kolaborasi mesti terus anda lakukan," ujar Khofifah. Pada momen peluncuran program tersebut, muncul pula semua pengusaha digital market yang turut memberikan sokongan terhadap program-program gubernur Khofifah. Di antaranya dari Kapanlagi Youniverse, Bukalapak, Amazon Web Services dan Gojek Sumber.

Memang lain ya kualitasnya. Bandingkan saja dengan OK OCE di DKI Jakarta. Konsep dan isi program bikin generasi milenial dari Gubernur Khofifah ini paling kaya isinya. Sangat nyambung dengan keperluan dan kendala jaman milenial. Pun telah mendapat banyak dukungan dari DUDI. Tanpa terdapat TGUPP dengan gaji milyaran rupiah. Cukup satu pasang gubernur dan wagub yang mumpuni, saya yakin Jatim akan kian maju dan sejahtera

Comment Policy: Silahkan tuliskan komentar Anda yang sesuai dengan topik postingan halaman ini. Komentar yang berisi tautan tidak akan ditampilkan sebelum disetujui.
Buka Komentar
Tutup Komentar
==[ Klik disini 2X ] [ Close ]==