Mbah Moen dan Habib Luthfi Turun Gunung Lagi Skip to main content

Mbah Moen dan Habib Luthfi Turun Gunung Lagi



Multaqo Ulama, Habaib, dan Cendekiawan Muslim Yang Akan Menghancurkan Provokasi Ijtima Ulama 3


Multaqo Ulama

Dibuka.site - Ulama adalah warosatul anbiya warisan semua nabi. Ulama lokasi atau tempat bertanya, ulama tempat kita ketenangan hati. Tetapi rupanya kini jadi tergeserkan, terdapat ulama yang justeru seolah mempengaruhi untuk membuat pekerjaan inkonstitusional. Lalu umat mesti bersikap bagaimana?

Hasil Ijtima Ulama III yang diadakan di Sentul, Bogor, Jawa Barat, Rabu (1/4/2019),memunculkan kontroversi. Beberapa organisasi Islam seperti Muhammadiyah dan PBNU menanggapinya negatif.

Berikut lima rekomendasi ijtimak ulama 3 :


  1. Menyimpulkan bahwa telah terjadi berbagai kecurangan dan kejahatan bersifat terstruktur, sistematis, dan masif dalam proses penyelenggaraan Pemilu 2019.
  2. Mendorong dan meminta BPN Prabowo-Sandi untuk mengajukan keberatan melalui mekanisme legal, prosedural, tentang terjadinya kejadian berbagai kecurangan, kejahatan yang terstruktur, sistematis, masif dalam proses pilpres 2019.
  3. Mendesak KPU dan Bawaslu untuk memutuskan membatalkan atau mendiskualifikasi pasangan calon capres-cawapres 01.
  4. Mengajak umat dan seluruh anak bangsa untuk mengawal, dan mendampingi perjuangan penegakan hukum dengan cara syar'i dan legal konstitusional dalam melawan kecurangan, dan kejahatan, serta ketidakadilan, termasuk perjuangan pembatalan/diskualifikasi paslon capres-cawapres 01 yang ikut melakukan kecurangan dan kejahatan dalam pilpres 2019.
  5. Memutuskan bahwa melawan kecurangan dan kejahatan serta ketidakadilan kecurangan merupakan amar makruf nahi mungkar serta konstitusional dan sah secara hukum dengan menjaga keutuhan NKRI dan kedaulatan rakyat.

Sebenarnya dalam nilai demokrasi hasil ijtima ulama 3 mesti diapresiasi, tetapi yang tetap butuh diperhatikan ialah apakah tersebut sesuai atau tidak dengan norma yang berlaku atau tidak. Ketika pendapat tersebut sudah mengarah untuk sifatnya hal-hal yang provokatif, dan di luar kewajaran, dan di luar urusan yang berlaku di Indonesia, makaanda seharusnya memakai pendapat-pendapat yang sungguh-sungguh sesuai dengan kaidah berbangsa dan bernegara dan aturan hukum yang berlaku.

Langkah Ijtima Ulama III tidak tepat sebab belum terdapat keputusan sah daripelaksana pemilu. Kalau tidak sepakat dengan keputusan KPU dan Bawaslu ajukan ke MK. Ini kan belum terdapat keputusan, lantas membimbing mengerjakan diskualifikasi.

Kita tahu ketika ini bahwa suara rakyat telah condong ke Jokowi. Tidak perlu dipertanyakan lagi. Tidak butuh diganggu gugat lagi.

Sebenarnya kita berkata mengenai Jokowi yang hendak ditumbangkan secara inkonstitusional. Maka Multaqo Ulama, acara yang diinisiasi oleh Mbah Moen dan Habib Luthfi ini menjadi paling penting.


Ulama penyokong Jokowi memang lebih dewasa dan lebih baik ya. Lihat Mbah Moen dan Habib Luthfi.

Acara Multaqo Ulama ini menjadi suatu acara perkumpulan habib, cendekiawan agama dan sekian banyak  ulama untuk membulatkan suara. Mereka hendak umat Islam tidak mudahdipengaruhi oleh aksi-aksi inkonstitusional.

Mereka mengharamkan aksi-aksi inkonstitusional laksana People Power, Makar dan lain-lain. Itu bukan jihad. Berdasarkan keterangan dari Multaqo Ulama, itu ialah bughat! Apa itu yang dimaksud bughat? Bughat ialah sebuah pemberontakan.

Acara Multaqo Ulama ini dihadiri selama 1.500 orang peserta dari ulama sepuh, sekian banyak  ormas, habib dan cendekiawan muslim. Acara ini jauh lebih banyak ketimbang Ijtima Ulama III, yang bicaranya gak jelas dan justeru bicarakan politik. Kalau target Ijtima Ulama 3 sih katanya 1.500 orang.

Multaqo Ulama malah memberikan suatu pandangan yang jauh lebih Islami ketimbang Ijtima Ulama. Ketika Ijtima Ulama seolah-olah menciptakan sebuah sistem baru di samping sistem demokrasi,

Multaqo Ulama membawa umat guna tidak terprovokasi. Agama ialah untuk kemaslahatan hidup umat, bukan mengerjakan provokasi.

Multaqo Ulama digarap untuk menghancurkan efek provokasi yang dimunculkan oleh Ijtima Ulama. Gerakan tanpa bayang-bayang dari Mbah Moen dan Habib Luthfi ini malah menjelaskan bahwa pekerjaan inkonstitusional itu ialah bentuk pemberontakan.


Apa saja isinya? Mari anda simak apa yang dibacakan dan diterangkan oleh Manarul Hidayat, seseorang Cendekiawan Muslim yang terdapat di dalam acara Multaqo Ulama.

Kami mengajak seluruh umat Islam di Indonesia untuk tidak terpancing dalam melakukan aksi-aksi inkonstitusional, baik langsung maupun tidak langsung.
Tindakan inkonstitusional bertentangan dengan ajaran Islam dan dapat mengarahkan bughat.

kata Manarul Hidayat.

Apa saja rekomendasi Multaqo Ulama,Berikut delapan point penting yang dihasilkan Multaqo Ulama, Habaib dan Cendekiawan Muslim yang mengajak umat Islam di Indonesia:


1. Kami menegaskan kembali kesepakatan para pendiri bangsa yang di dalamnya alim ulama terkemuka bahwa untuk bangunan kenegaraan yang sejalan dengan ajaran Islam yang rahmatan lil alamin di Indonesia adalah NKRI, UUD yang sejalan dengan ajaran Islam yang rahmatan lil alamin, dalam Pancasila kaitan ini kesetiaan pada NKRI, dan Pancasila yang secara nyata berkesesuaian dengan ajaran Islam.

2. Kami mengajak seluruh umat Islam untuk menyambut datangnya bulan suci Ramadhan 2019, supaya bersama-sama meningkatkan ukhuwah islamiyah, menjalin silaturahim, menghindari fitnah dan perpecahan, serta saling memaafkan melalui rekonsiliasi di atas. Kita insyaallah akan memasuki bulan suci Ramadhan dalam keadaan damai penuh kesucian dan tanpa permusuhan. Dan kita insyaallah akan mendapatkan ampunan dan kemenangan di Hari Raya Idul Fitri.

3. Kami mengimbau umat Islam untuk bersama-sama mewujudkan stabilitas keamanan, perdamaian, dan situasi yang kondusif dengan mengedepankan persamaan umat manusia yang saling bersaudara satu sama lain daripada menonjolkan perbedaan sifat kontraproduktif sehingga kita selama dan sesudah Ramadhan mampu menjalankan ibadah dengan kualitas yang lebih baik serta diberkahi Allah SWT.

4. Kami mengajak seluruh umat Islam di Indonesia untuk menghindari dan menangkal aksi-aksi provokasi dan kekerasan dari pihak-pihak yang tidak bertanggung jawab selama dan sesudah bulan Ramadhan, karena hal tersebut akan sangat mengganggu berlangsungnya ibadah di bulan suci Ramadhan, bahkan dapat menghilangkan pahala berpuasa di bulan Ramadhan yang dilipatgandakan oleh Allah SWT.

5. Kami mengajak seluruh umat Islam di Indonesia senantiasa menaati peraturan dan perundang-undangan yang berlaku di NKRI sebagai hubungan yang konstruktif dan penuh rasa hormat pemerintah yang sah. Hal ini sangat jelas diajarkan tradisi agama Islam.

6. Kami mengajak seluruh umat Islam di Indonesia untuk tidak terpancing dalam melakukan aksi-aksi inkonstitusional, baik langsung dan tidak langsung. Tindakan inkonstitusional bertentangan dengan ajaran Islam dan dapat mengarahkan bughat.

7. Kami mengajak seluruh umat Islam di Indonesia untuk fastabiqul khairat,berlomba-lomba dalam kebaikan, guna meningkatkan ekonomi umat dalam rangka berpartisipasi transportasi masyarakat dunia melalui era digital, big data, dan berjaya teknologi quick count. Demikian umat Indonesia dapat melakukan pengentasan kemiskinan bagi ketimpangan serta mengejar ketinggalan ilmu pengetahuan dan teknologi.

8. Kami mengumumkan seluruh umat Islam di Indonesia bahwa kegiatan Multaqo akan dilakukan terus-menerus dalam rangka mengawal implementasi kesepakatan yang dibuat hari ini. Multaqo akan dilaksanakan semester kedua di tahun ini 2019. Dalam kaitan ini mengajak seluruh umat Islam di Indonesia melakukan sosialisasi Multaqo melalui berbagai forum kegiatan.



Delapan point Multaqo ini menegaskan kembali kesepakatan pendiri bangsa dan alim ulama bahwa NKRI adakah bentuk negara yang sesuai dengan Islam yang Rahmatan Lil Alamin dan Pancasila adalah dasar negara dan falsafah bangsa. 


Comment Policy: Silahkan tuliskan komentar Anda yang sesuai dengan topik postingan halaman ini. Komentar yang berisi tautan tidak akan ditampilkan sebelum disetujui.
Buka Komentar
Tutup Komentar
==[ Klik disini 2X ] [ Close ]==