Viral,Gendong Jenazah ke Rumah Duka Lantaran tak Dipinjami Ambulans - dibuka.site

Viral,Gendong Jenazah ke Rumah Duka Lantaran tak Dipinjami Ambulans

Hallo sahabat Berita Online Anak Milenial dimanapun anda berada,Pada Artikel yang anda baca kali ini dengan judul " Viral,Gendong Jenazah ke Rumah Duka Lantaran tak Dipinjami Ambulans ",telah kami persiapkan dengan baik untuk anda baca dan ambil informasi didalamnya.mudah-mudahan apa yang kami tulis ini dapat anda pahami.selamat membaca.


Tangerang - Sebuah vidio pria menggendong jenazah berjalan kaki sontak viral di jagad maya. Berdasarkan penelusuran, hal itu ternyata terjadi di Kota Tangerang Jumat lalu.

Dalam vidio tersebut adalah Supriadi, warga Kampung Kelapa, Cikokol, Kota Tangerang, yang tengah menggendong jenazah keponakannya, Husein.

Peristiwa tersebut terjadi pada Jumat lalu, 23 Agustus 2019. Supriadi menyatakan terpaksa melakukan hal itu karena pihak Puskesmas Cikokol tak memberikan pinjaman ambulans kepadanya. Padahal jarak puskesmas ke kediamannya hanya sekitar 1 kilometer.

"Saya semula mau meminjam ambulans tapi petugas puskesmas mengatakan ambulans hanya untuk pasien rujukan bukan untuk jenazah,"kata Supriadi saat Tempo temui di kediamannya, Ahad 24 Agustus 2019.

Meskipun tak mendapatkan pinjaman ambulans, Supri bersyukur karena ada orang baik yang membantunya. Baru setengah jalan, orang tersebut menawarkan Supri untuk mengantarkan dengan kendaraan pribadinya.

"Menjelang magrib saya bawa pulang saya jalan kaki tapi kemudian ada yang menolong, seorang warga Kalideres mengantar kami ke rumah. Malamnya pukul 23.00 malam Husein dikebumikan, makamnya di tempat pemakaman umum (TPU) seberang Puskemas Cikokol," ujarnya.

Soal meninggalnya Husein, Supriadi menceritakan bahwa keponakannya tersebut tenggelam di Sungai, Cisadane, Tangerang. Jenazahnya ditemukan Jumat sore dan langsung di bawa ke Puskesmas Cikokol.

"Ada warga bilang masih ada nafasnya makanya sempat dibawa ke Puskesmas,"kata Supriadi

Namun nyawa Husein tak tertolong. Supriadi pun menyatakan lega keponakannya sudah dikebumikan.

"Mudah-mudahan Allah SWT melapangkan jalannya. Dia anak baik rajin mengaji,"katanya sedih.

Husein selama bersekolah ikut tinggal bersama Supriadi di rumah neneknya di Kampung Kelapa. Menurut Supriadi, keponakannya itu ditinggal cerai orangtuanya.

"Ayahnya berasal dari Bogor, ibunya adik saya menikah lagi dan tinggal di Serang. Waktu dikebumikan orangtua Husein ada dan mendoakan sampai sekarang tahlilan kedua hari," kata Supriadi.

Supriadi mengatakan Husein sebenarnya tidak pernah main ke pinggir kali.

"Mainnya seputar rumah saja. Begitu saya dengar anak-anak main di Sungai Cisadane saya sebenarnya cemas," kata Supriadi.

Pada hari nahas itu Husein bermain bersama kawannya ke Sungai Cisadane. Kawan Husein bernama Fitrah (12) juga tenggelam. Jenazah Fitrah sudah ditemukan terlebih dahulu dan kini sudah dikebumikan di Yogyakarta, kampung asal orangtuanya.

Kepala Dinas Kesehatan Kota Tangerang dr Liza Puspadewi mengatakan masih berada di luar kota, dan akan klarifikasi pada Senin 26 Agustus 2019.

Liza menjelaskan melalui Humas Pemerintah Kota Tangerang, bahwa Pemkot sudah mempunyai pelayanan mobil jenazah gratis yang bisa dimanfaatkan masyarakat (melalui aplikasi 112 ). Menurut dia, ambulans hanya dipergunakan bagi pasien dalam kondisi gawat darurat yang memerlukan tindakan segera.

Sedangkan menurut wali kota Tangerang Arief Wismansyah menegaskan bahwa setiap keadaan darurat, sarana dan prasarana pemerintah mulai dari tingkat kelurahan, kecamatan hingga pemerintah kota bisa digunakan warga. Dia menyebut tidak ada alasan bagi pegawainya untuk menolak permintaan warga yang sedang dalam keadaan darurat. 

"Ya namanya emergency. (Alasan) nggak bisa gini pak, buat ini pak. Gila, kiamat ini dunia, buat apa itu pemerintah," tegasnya.

Iklan Atas Artikel

Iklan Tengah Artikel 1

Iklan Tengah Artikel 2

Iklan Bawah Artikel

==[ Klik disini 2X ] [ Close ]==