Viral,Bos Dari Malaysia Sebut Gojek Hanya Untuk Orang Miskin dan Indonesia Negara Miskin - dibuka.site

Viral,Bos Dari Malaysia Sebut Gojek Hanya Untuk Orang Miskin dan Indonesia Negara Miskin

Hallo sahabat Berita Online Anak Milenial dimanapun anda berada,Pada Artikel yang anda baca kali ini dengan judul " Viral,Bos Dari Malaysia Sebut Gojek Hanya Untuk Orang Miskin dan Indonesia Negara Miskin ",telah kami persiapkan dengan baik untuk anda baca dan ambil informasi didalamnya.mudah-mudahan apa yang kami tulis ini dapat anda pahami.selamat membaca.



Pemilik Perusahaan Big Blue Taxi dari Malaysia, Datuk Shamsubahrin Ismail, menyatakan bahwa Indonesia mayoritas bukan Islam. Selain itu, ia pun menegaskan bahwa Indonesia adalah negara miskin.

Pernyataan profokatif itu diungkapkan karena ia menolak keras kehadiran Gojek di Malaysia.

"Gojek bukan jaminan masa depan anak muda. Mereka merusak anak muda. Kita bukan Indonesia. Indonesia mayoritas bukan orang Islam," kata Ismail, pada detik ke-37 dikutip dari VLIX, Rabu, 28 Agustus 2019.

"Ini negara-negara miskin, kita negara kaya. Kalau anak muda Indonesia bagus, mereka tak keluar negeri untuk cari kerja. Gojek hanya untuk orang miskin, seperti di Jakarta, di Thailand, di India, di Kamboja," tegas dia.

Akhirnya pernyataan aneh Ismail ini membuat jengkel masyarakat Indonesia. Apalagi, ia mengatakan dengan jelas Indonesia adalah negara miskin, sementara Malaysia adalah negara kaya.

Pernyataan yang ia lontarkan dianggap merendahkan profesi mitra pengemudi khususnya para pengemudi online serta masyarakat Indonesia secara keseluruhan.

Dikutip MalayMail, Bos Big Blue Taxi ini akhirnya meminta maaf atas pernyataannya yang kontroversial tersebut.

"Saya dibombardir ribuan pesan dari teman-teman di Indonesia. Mereka protes pernyataan saya. Saya mohon maaf," ungkapnya.

Dalam pernyataannya ia menjelaskan sama sekali tidak bermaksud untuk menyinggung status sosial ekonomi masyarakat Indonesia, khususnya mitra pengemudi atau driver Gojek.

"Atas semangat hubungan baik antara dua negara, sekali lagi saya meminta maaf dan mengklarifikasi bahwa saya tak pernah bermaksud menyebut masyarakat Indonesia miskin," jelas Ismail.

Iklan Atas Artikel

Iklan Tengah Artikel 1

Iklan Tengah Artikel 2

Iklan Bawah Artikel