Skip to main content

Kisah Viral Berkurban Sapi dari Hasil 5 Tahun Memulung,Dapat Hadiah Umroh


Kisah viral nenek Sahnun (60) yang begitu inspiratif.Meski usianya sudah tak muda, tetapi nenek Sahnun masih tetap semangat bekerja untuk bisa menyumbang kurban untuk Idul Adha 2019.

Ya, nenek Sahnun sempat membuat takmir masjid Nur Iman Mataram, terkejut karena berkurban sapi untuk Idul Adha 2019 nanti.takmir masjid bernama Kaling itu kaget karena tak menyangka nenek Sahnun bisa berkurban.

"Saya juga merasa kaget kok bisa nilai satu sapi yang seharga 10 juta, mampu dibeli oleh seorang yang pekerjaannya sehari-hari pemulung," ungkap Kaling.

Ya betul, nenek Sahnun sehari hari hanya bekerja sebagai pemulung untuk memenuhi kebutuhan hidupnya sehari-hari.

Meski demikian, nenek yang kini hidup sebatang kara ini mampu berkurban untuk Idul Adha 2019,Nenek Sahnun berhasil berkurban dengan uang RP 10 juta, yang dihasilkan dari 5 tahun memulung.

Alhasil, aksinya berkurban dari hasil 5 tahun memulung ini pun menjadi viral di media sosial.

Saking viralnya, sebuah perusahaan perjalanan haji asal Jakarta, Nur Rima Al-Waali (NRA) Travel mencoba menghadiahkan nenek Sahun umroh gratis.

Mengutip Kompas.com, NRA memutuskan untuk memberikan hadiah umroh gratis untuk nenek Sahnun yang berkurban sapi RP 10 juta yang dikumpulkannya bertahun-tahun dari hasil memulung.

Tak memakai acara yang mewah, NRA langsung memberikan hadiah umroh gratis di pelatarann warung tempat nenek Sahnun menyimpan barang hasil memulungnya.

Namun tak disangka, nenek Sahnun justru kebingungan sehingga menolak hadiah umroh gratis itu.

"Saya mau bayar sendiri, tabungan saya ndak cukup, mana bisa ke Mekkah," kata nenek Sahnun, dikutip dari Kompas.com.

Nenek yang setiap malam tidur di kios Mal Mataram itu kebingungan saat menerima hadiah umroh gratis.

"Mana mungkin, bukan ndak mau, tapi mana mungkin," ungkap Sahnun keheranan.

Beberapa saat setelah dijelaskan oleh warga yang datang, Sahnun tak kuasa meneteskan air matanya.

Sahnun tak percaya jika dirinya telah mendapatkan kesempatan untuk menginjakkan kaki di Tanah Suci Mekkah.

Sembari menangis, Sahnun merasa tidak bisa kesana karena kedua orangtuanya kini telah tiada.

"Mau saya, tapi ndak percaya. Ibu saya sudah meninggal, Bapak saya sudah meninggal, saya mana bisa ke sana, uang siapa?" kata Sahnun.

Namun, tangisnya itu langsung berhenti ketika sahabatnya, Rehan, memakaikan Sahnun hijab merah muda sebagai tanda dia akan segera berangkat ke Mekkah.

Sumber
Comment Policy: Silahkan tuliskan komentar Anda yang sesuai dengan topik postingan halaman ini. Komentar yang berisi tautan tidak akan ditampilkan sebelum disetujui.
Buka Komentar
Tutup Komentar
==[ Klik disini 2X ] [ Close ]==