Viral,Seorang Guru Menganiaya Murid di Lumajang - dibuka.site

Viral,Seorang Guru Menganiaya Murid di Lumajang

Hallo sahabat Berita Online Anak Milenial dimanapun anda berada,Pada Artikel yang anda baca kali ini dengan judul " Viral,Seorang Guru Menganiaya Murid di Lumajang ",telah kami persiapkan dengan baik untuk anda baca dan ambil informasi didalamnya.mudah-mudahan apa yang kami tulis ini dapat anda pahami.selamat membaca.


Jagad maya atau media sosial sempat diviralkan informasi terkait perlakuan kekerasan seorang guru terhadap murid di Lumajang, Jawa Timur.

Namun, polisi enggan membawa kasus ini ke meja hijau.Polisi lebih memilih langkah mediasi.

Kapolres Lumajang AKBP Muh Arsal memaparkan bahwa peristiwa itu terjadi pada Juli 2019 di SMP Muhammadiyah Jatiroto, Kecamatan Jatiroto, Lumajang.

Namun peristiwa tersebut baru viral di media sosial dan dibagikan di grup-grup WhatsApp dan Facebook. Para pembaca milenial alias netizen pun sangat kecewa dan menyayangkan tindakan yang dilakukan oknum guru tersebut kepada muridnya.

Oknum guru yang melakukan tindakan tersebut bernama Herna Wahyu Purbowo (45), guru SMP Muhammadiyah Jatiroto.

Sedangkan muridnya berinisial MF (15), warga Desa Kaliboto Kidul Kecamatan Jatiroto.

Kapolres Lumajang langsung mersponterhadap berita viral tersebut dengan menurunkan tim untuk melakukan investigasi terhadap video yang viral di media-media sosial.

Kapolsek Jatiroto dan Katim Cobra Polres Lumajang langsung diterjunkan untuk bersilaturahmi ke rumah korban.

"Hasil dari investigasi tersebut diketahui bahwasanya Herna melakukan tindakan tersebut sebenarnya bertujuan untuk mendisiplinkan MF," katanya, Kamis (29/8/2019).

Menurut Arsal, Herna tadinya ingin mendisiplinkan anak didiknya agar menjadi anak yang lebih baik dan bisa berubah, hanya saja caranya yang salah.

"Polisi sebenarnya menyayangkan tindak kekerasan tersebut," tandas Arsul.

Pihaknya menghindari penyelesaian kasus tersebut melalui jalur hukum, dan lebih memilih mediasi  kekeluargaan antara kedua belah pihak.

Kapolsek didapuk sebagai mediator.

“Alhamdulillah,pihak keluarga korban berjiwa besar untuk memaafkan oknum guru tersebut saya apresiasi," kata Arsul.

Sebuah harapan ke depan agar tidak ada lagi cara mendidik anak dengan menggunakan kekerasan.Sebab, cara tersebut tidak akan menyelesaikan masalah.

"Banyak cara yang lebih beradab yang bisa dilakukan untuk mendisiplinkan anak didik,” kata Arsal.

Herna Wahyu Purbowo meminta maaf atas kejadian tersebut kepada MF dan orangtuanya.Ia menyadari apa yang dilakukannya salah dan tidak sesuai dengan nilai-nilai seorang pendidik.

"Peristiwa ini menjadi sebuah pelajaran bagi saya dan juga bagi guru-guru yang lain untuk lebih bersabar dan tidak melakukan cara-cara kekerasan dalam mendisiplinkan anak didiknya,” ujar Herna.

AKP Bambang Supeno selaku mediator mengatakan, pihak kepolisian tidak ingin terlalu mudah menetapkan orang sebagai tersangka.

Apalagi kasus ini melibatkan guru dan murid.Guru bisa dikatakan sebagai orangtua murid.

"Guru itu adalah orangtuanya murid di sekolah. Setiap guru pasti punya tujuan-tujuan dan harapan yang mulia terhadap anak didiknya. Hanya dalam kasus ini, cara yang diterapkan oleh oknum guru tersebut tidak tepat," katanya.

Iklan Atas Artikel

Iklan Tengah Artikel 1

Iklan Tengah Artikel 2

Iklan Bawah Artikel