Skip to main content

Bukan 7 Tapi 9 Presiden RI,Inilah 2 Presiden Terlupakan tak Tercatat Dalam Sejarah

Presiden Indonesia pertama kali dikenal adalah seorang proklamator Soekarno, tak lain dari ayah Megawati Soekarno Putri.

Negara Indonesia sendiri terdiri dari banyak pulau yang merupakan negara pemerintahan yang dipimpin oleh seorang presiden.

Sejak Indonesia merdeka pada 17 Agustus 1945, bangsa ini sudah mengalami beberapa pergantian presiden hingga saat ini.Dan baru-baru ini, tepatnya pada tanggal 17 April 2019, Indonesia melakukan pemiluhan umum untuk menentukan presiden Indonesia periode 2019-2024.

Siapa saja presiden yang pernah memimpin Indonesia?

Berikut ulasannya

1. Soekarno

Presiden pertama Indonesia adalah Ir. Soekarno.Ir Soekarno lahir di Surabaya, 6 Juni 1901 dengan nama asli Koesno Sosrodihardjo.

Soekarno kemudian meninggal di Jakarta, 21 Juni 1970 di usia yang ke-69 tahun.Bersama Mohammad Hatta, Soekarno dikenal sebagai pahlawan proklamator yang berjuang dalam proklamasi kemerdekaan Indonesia.

Soekarno sendiri berasal dari Partai Nasional Indonesia (PNI).Ia juga merupakan yang pertama kali merumuskan teks Pancasila.

Jabatan presiden Soekarno dimulai tanggal 18-08-1945 sampai tanggal 12-03-1967.Selama menjabat sebagai presiden, wakil presiden Soekarno adalah Mohamamad Hatta.

2. Soeharto

Presiden kedua Indonesia adalah Soeharto yang lahir di Bantul, Yogyakarta pada 8 Juni 1921.Soeharto kemudian meninggal di Jakarta, 27 Januari 2008 di usia yang ke-86 tahun.Sebelum menjadi presiden, Soeharto merupakan pimpinan militer.

Soeharto menjadi presiden terlama Indonesia yang menjabat selama 31 tahun.Masa jabatan presiden Soeharto dimulai tanggal 12 Maret 1967 sampai tanggal 21 Mei 1998.

Selama menjabat sebagai presiden, Soeharto didampingi wakil presiden yang beberapa kali mengalami pergantian.

Yaitu Sri Sultan Hamengkubuwono IX (1973-1978), Adam Malik (1978-1983), Umar Wirahadikusumah (1983-1988), Sudharmono (1988-1993), Try Sutisno (1993-1998) dan BJ Habibie (1998).

Soeharto sendiri berasal dari partai Golkar.

3. BJ Habibie

Presiden ketiga Indonesia adalah BJ Habibie.Habibie lahir di Parepare, 25 Juni 1936 dengan nama Bacharuddin Jusuf Habibie.

Sebelum menjabat sebagai presiden, Habibie menjadi wakil presiden Soeharto.

BJ Habibie adalah presiden dengan masa jabatan pendek, yakni hanya 1 tahun 5 bulan saja.Masa jabatan presiden Habibie dimulai tanggal 21-05-1998 sampai tanggal 20-10-1999. BJ Habibie berasal dari partai Golkar.

Habibie adalah satu-satunya presiden Indonesia yang berasal dari luar pulau Jawa.Ia juga merupakan seorang ilmuwan dan insiyur terkemuka.

Meski menjabat paling singkat, namun kini Habibie banyak menginspirasi orang banyak.

Mulai dari kejeniusannya hingga kisah hidupnya bersama sang istri, Ainun.

4. Abdurrahman Wahid

Presiden Indonesia selanjutnya adalah Gus Dur.Gus Dur lahir di Jombang, 7 September 1940 dengan nama asli Abdurrahman Wahid.

Gus Dur kemudian meninggal di Jakarta, 30 Desember 2009 di usia yang ke-69 tahun.

Ia juga dikenal sebagai ulama atau tokoh agama dari organisasi Nahdlatul Ulama (NU).Gus Dur yang berasal dari Partai Kebangkitan Bangsa (PKB) ini memiliki masa jabatan dimulai tanggal 20 Oktober 1999 sampai tanggal 23 Juli 2001.

Selama menjabat, wakil presiden Gus Dur adalah Megawati Soekarnoputri yang kemudian menggantikannya sebagai presiden RI ke-5.

5. Megawati Soekarnoputri

Presiden kelima Indonesia adalah Megawati Soekarnoputri.Putri Ir Soekarno ini lahir di Yogyakarta, 23 Januari 1947 dengan nama lengkap Dyah Pertama Megawati Setyawati Soekarnoputri.

Megawati adalah presiden perempuan Indonesia pertama dan satu-satunya sampai saat ini.Masa jabatan presiden Megawati dimulai tanggal 23-06-2001 sampai tanggal 20-10-2004.

Megawati yang berasal dari Partai Demokrasi Indonesia Perjuangan (PDI-P) didampingi oleh wakil presiden Hamzah Haz.

6. Susilo Bambang Yudhoyono

Presiden keenam Indonesia adalah Susilo Bambang Yudhoyono.Presiden yang lebih akrab disapa SBY ini lahir di Pacitan, 9 September 1949.

SBY menjadi presiden pertama Indonesia yang terpilih secara langsung lewat pemilu.Masa jabatan presiden SBY dimulai tanggal 20-10-2004 sampai tanggal 20-10-2014 selama 2 periode terpilih.

Selama menjabat sebagai presiden 2 periode, wakil presiden SBY adalah Jusuf Kalla 2004-2009 dan Boediono 2009-2014.

7. Joko Widodo (Jokowi)

Presiden ketujuh Indonesia adalah Joko Widodo.Jokowi lahir di Surakarta, 21 Juni 1961.

Masa jabatan presiden Jokowi dimulai tanggal 20 Oktober 2014 dan tetap menjabat sampai sekarang ini untuk periode2019 - 2024.

Jokowi berasal dari Partai Demokrasi Indonesia Perjuangan (PDI-P).

Selama menjabat sebagai presiden periode I, wakil presiden Jokowi adalah Jusuf Kalla dan untuk periode II wakil presidennya adalah KH Ma'ruf amin.

Secara sejarah, itulah urutan dan presiden yang pernah memimpin Indonesia.

Namun ternyata banyak yang tidak tahu jika Indonesia memiliki dua presiden yang tidak tercatat dalam sejarah.Meski tak dikenali, kedua presiden ini memiliki andil penting dalam kejayaan Indonesia pada waktu itu.

Siapa saja mereka?

Presiden yang Tak Tercatat dalam Sejarah

Sejak masih duduk di bangku sekolah dasar, kita selalu diajarkan tentang siapa presiden yang pernah memimpin negara kita.

Bahkan sejarah dan perjuangan mereka, terutama presiden yang hidup pada masa penjajahan, diajarkan kepada kita.

Saat ini, pelajar maupun masyarakat umum kebanyakan mengetahui jika jumlah presiden yang pernah memimpin Indonesia adalah 7 orang mulai dari zaman kemerdekaan hingga sekarang.

Yaitu Soekarno, Soeharto, BJ Habibie, Abdurrahman Wahid, Megawati, Susilo Bambang Yudhoyono, dan Joko Widodo.

Namun jika kita menilik kembali sejarah, ternyata jumlah presiden di Indonesia ada 9 orang!
Ada dua presiden yang terlupakan dari sejarah dan pelajaran di sekolah.Padalah dua presiden ini memiliki peran yang penting bagi NKRI!

Pasti banyak yang akan bertanya-tanya siapa mereka dan kapan mereka mulai memimpin?

Berikut ini ulasan mengenai dua presiden Indonesia yang terlupakan dilansir dari berbagai sumber:

1. Syafruddin Prawiranegara

Syafruddin Prawiranegara pernah menjabat sebagai presiden dari PDRI (Pemerintah Darurat Republik Indonesia).

Masa jabatannya di mulai pada tanggal 22 Desember 1948 ketika pemerintah RI di Yogyakarta jatuh ke tangan Belanda.Ketika itu Agresi Militer Belanda II sedang berlangsung.

Belanda pun berhasil menangkap presiden Indonesia saat itu, Soekarno dan wakilnya Mohammad Hatta.Ketika ditahan, Soekarno mengirimkan pesan rahasia lewat telegram kepada Syafruddin.

Isi dari pesan itu adalah perintah untuk Syafruddin (yang kala itu menjabat sebagai Menteri Kemakmuran).Menteri yang menangani bidang kemakmuran rakyat untuk membentuk pemerintahan darurat di Sumatera.

Atas dasar dan  perintah itulah akhirnya dibentuk PDRI dan Syafruddin ditunjuk sebagai presidennya.
Tidak lama itu setelah penunjukkan Syafruddin, Ir. Soekarno dan dan Moh. Hatta dibebaskan.

Mr. Syafruddin Prawiranegara memimpin PDRI hanya satu tahun saja yakni 1948-1949.

Karena sejak 13 Juli 1949 Presiden RI Ir. Soekarno dan Moh. Hatta kembali ke Yogyakarta yang kemudian mandat sebagai kepala negara kembali kepada Soekarno.

Akan tetapi kepemimpinannya  yang singkat membawa dampak positif bagi pemerintahan Indonesia di tangan Syafruddin.

Diantaranya membawa pemerintahan untuk mempertahankan Sumatera dari penjajahan Belanda.

2. Assat

Karena Indonesia mengakui perjanjian Konferensi Meja Bundar (KMB) pada Desember 1949 yang diadakan di Den Haag, Belanda, maka Indonesia dibagi menjadi 16 negara bagian.

Hingga pemerintahan Indonesia berbentuk Republik Indonesia Serikat (RIS).

Mr Assat kemudian memangku jabatan sebagai Presiden Republik Indonesia selama 9 Bulan dari tanggal 27 Desember 1949 sampai 15 Agustus 1950.

Belanda yang menyerahkan kedaulatan Indonesia kepada tangan Republik Indonesia Serikat membuat Soekarno dan Hatta harus menjabat sebagai presiden dan wakil presiden di RIS.

Sementara pemerintahan di Republik Indonesia kosong.Lalu Soekarno memerintahkan Assat untuk menjadi presiden RI.

Pada masa jabatannya sebagai presiden sementara di RI, Assat berperan penting sebagai pendiri dari Universitas Gadjah Mada (UGM) yang merupakan kampus pertama yang dibangun oleh negara RI.
Assat dikenal sebagai cendekiawan yang cerdas dan membuat Presiden Soekarno mempercayakan kepemimpinan padanya.Namun, masa kepemimpinan Assat hanya bertahan kurang dari satu tahun.
Setelah sukses dengan pendirian UGM, UGM pun berkembang pesat.

Assat akhirnya kembali menyerahkan tampuk kepemimpinan itu kepada Ir. Soekarno dan Assat kembali ke jabatan semula.

Comment Policy: Silahkan tuliskan komentar Anda yang sesuai dengan topik postingan halaman ini. Komentar yang berisi tautan tidak akan ditampilkan sebelum disetujui.
Buka Komentar
Tutup Komentar
==[ Klik disini 2X ] [ Close ]==