Skip to main content

Viral,Tempat Keramat yang Menjadi Masjid Megah di Tengah Hutan

Perempuan berumur 25 tahun asal Kabupaten Jeneponto, Sulawesi Selatan, Luchyana tidak menyangka rekaman videonya berisi masjid megah di tengah hutan bisa se-viral ini.

Ia mengaku awalnya hanya iseng ketika merekam masjid yang berlokasi di Dusun Langkoa, Desa Bontoloe, Kecamatan Bontolempangan, Kabupaten Gowa ini.

"Cuma sekedar upload, sia-sia dong ada masjid yang megah dan cantiknya seperti itu tapi ndak dilihat orang," ungkap Luchyana.

Luchyana tidak berniat untuk memviralkan video masjid megah di tengah hutan  tersebut.

"Ndak ada niat mau jadi viral,  juga tidak menyangka seviral ini," lanjutnya.

Sejak viralnya video tersebut, Luchyana mengaku keheranan dengan mendapat telepon dari berbagai daerah untuk mewawancarai dirinya. 

"Banyak sekali telepon dari Medan dan dari Pontianak," tegas perempuan yang bekerja sebagai penata rias.

Dalam kesempatan tersebut Luchyana juga menceritakan awal dirinya mengetahui keberadaan masjid yang hingga kini tidak diketahui namanya itu.

Luchyana menceritakan sebelum menemukan masjid megah tersebut dirinya mendapatkan job merias pengantin di desa tersebut pada Sabtu (23/11/2019) lalu.

Setelah melakukan pekerjaannya, Luchyana mendapat info dari kawannya mengenai sebuah masjid megah di tengah-tengah hutan.Ia bersama 6 orang lainnya memutuskan untuk mencari keberadaan masjid yang dibicarakan oleh temannya itu.

"Akhirnya saya meminta dia untuk diantar ke sana," ujarnya.

Ia mengaku penasaran dengan keberadaan masjid megah yang diceritakan oleh temannya.

Luchyana mengungkapkan, perjalanan dari lokasi meriasnya ke lokasi masjid tersebut tidaklah mudah.Ia memulai perjalanan menuju masjid tengah hutan sekitar pukul 13.30 waktu setempat.Menurutnya, kondisi jalan menuju lokasi memiliki medan cukup menantang.

"Jalannya di sana sempit, terus bebatuan, ada belokan, turunan, dan tanjakan," ungkap Luchyana.

Lebih lanjut, Luchyana mengatakan, saat melihat kubah masjid, ia yang berada di kursi depan mengeluarkan smartphone untuk merekam momen perjalanannya.

Awalnya Luchyana ingin melakukan live streaming.Namun, kawasan tersebut tidak terjangkau sinyal sehingga ia memilih merekam menggunakan video lewat fitur smartphone-nya.

"Akhirnya saya video saja, kira-kira 15 menit-an," kata Luchyana.

Dirinya mengaku membutuhkan waktu sekitar 20 menit untuk sampai di lokasi masjid megah ini.Sesampainya di sana, Luchyana dan teman-temannya dibuat takjub dengan keadaan masjid yang tidak memiliki nama ini. 

Luchyana mengatakan masjid tersebut berbeda dengan masjid-masjid di kota yang ia lihat selama ini.Menurut penuturan perempuan asli Kabupaten Jeneponto ini, masjid tersebut memiliki desain klasik yang unik di bagian eksteriornya.

"Saya sampai di sana kayak mimpi, kayak di negeri-negeri dongeng, bagus sekali," ungkap dia.

Untuk mengobati rasa penasarannya,  Luchyana bertanya ke seorang temannya perihal informasi tersebut.Namun, temannya juga tidak mengetahui secara detail terkait masjid megah ini.

"Teman saya juga tidak tahun sejak kapan dibangun masjid ini," aku Luchyana.

Berdasarkan informasi singkat dari teman Luchyana, diketahui pemilik masjid ini disebut Pauang.Menurut Luchyana kata Pauang berasal dari bahasa Bugis yang memiliki arti Tuan.

Luchyana menambahkan, selain masjid, ada dua bangunan lain di lokasi itu.Bangunan ini terdiri dari sebuah vila dan rumah yang digunakan untuk tempat tinggal marbot masjid megah ini.

"Ada juga villanya, ada juga satu rumah yang dibuat khusus untuk tukang bersih-bersih masjid," tambahnya.

 Dulunya tempat keramat

Camat Bontolempangan, Muslimin mengatakan lokasi masjid megah di tengah hutan Dusun Langkoa, Desa Bontoloe, Kecamatan Bontolempangan, Kabupaten Gowa pernah dijadikan tempat ritual.

Dikutip dari Tribungowa.com, Muslimin menceritakan sebelum dibagun sebuah masjid di lokasi tersebut awalnya adalah tempat yang 'karrasa' (keramat) bagi masyarakat setempat.Ada batu besar yang digunakan oleh sejumlah warga untuk melakukan ritual.

Kemudian setelah dibagun masjid megah ini, lokasi tersebut menjadi tempat untuk beribadah dan menimba ilmu masyarakat sekitar.

"Setelah Masjid terbangun, lokasi itu pun ditempati untuk salat dan belajar mengaji bagi warga setempat," kata Muslimin

Masjid itu masih dalam tahap pengerjaan. Di bagian bawah akan dibuat ruangan untuk tempat tinggal guru-guru mengaji.Guru-guru mengaji itu nantinya mengajarkan ilmu Al-Qur'an untuk anak-anak penduduk sekitar.

Informasi yang dihimpun dari Muslimin, diketahui masjid yang letaknya di tengah pegunungan ini sudah ada sejak 2014.

"Iya memang ada, masjid itu sudah lama sekitar lima tahun," katanya.

Muslimin menambahkan masjid megah ini dibangun oleh seorang pengusaha kopi asal Bugis.Orang-orang sering memanggilnya dengan sapaan Puang.

Puang sering bolak balik Makassar-Jakarta-Timika.Saat datang ke Makassar, Puang selalu menyempatkan ke kebun kopinya itu.

Comment Policy: Silahkan tuliskan komentar Anda yang sesuai dengan topik postingan halaman ini. Komentar yang berisi tautan tidak akan ditampilkan sebelum disetujui.
Buka Komentar
Tutup Komentar
==[ Klik disini 2X ] [ Close ]==