Skip to main content

Antara Islam, Nasionalisme, dan Populisme Dari Seorang Guru Bangsa H.O.S Tjokroaminoto

Antara Islam, Nasionalisme, dan Populisme Dari Seorang Guru Bangsa H.O.S Tjokroaminoto - Hadji Oemar Said( H. O. S.) Tjokroaminoto merupakan pahlawan nasional sekaligus pemimpin abadi Sarekat Islam( SI). Tjokroaminoto mengetuai SI semenjak 1914 sampai meninggal pada 17 Desember 1934, hari ini pas 84 tahun silam. 


Di bawah kendalinya, SI pernah jadi salah satu organisasi massa terbesar dalam sejarah pergerakan nasional. Tjokroaminoto juga merupakan guru untuk tokoh- tokoh yang nanti sangat mempengaruhi, seperti Sukarno, Semaoen, Musso, sampai Maridjan Kartosoewirjo. Hingga, tidak kelewatan bila Tjokroaminoto boleh disebut sebagai bapaknya bapak bangsa Indonesia. 

Berikut sebagian poin berarti yang dapat digali dari Bapak Tjokroaminoto serta SI( Sjarekat Islam):

1) SI merupakan gerakan islamis- nasionalis- pribumi pertama di Nusantara, berawal dari pendirian SDI ( Sjarekat Dagang Islam) pada tahun 1905 oleh Haji Samanhudi. SDI yang setelah itu berganti nama jadi SI, bertujuan mendobrak dominasi orang dagang batik etnis Tionghoa di Jawa yang pada dikala itu terencana diperlakukan istimewa oleh rejim kolonial Hindia- Belanda.

Salah satu gerakan protes SI tidak hanya dengan meningkatkan kewirausahaan pedagangpedagang batik Bumiputera, SI juga sebagian kali melaksanakan aksi demonstrasi orang dagang batik. Tjokroaminoto merupakan orang Indonesia pertama yang memerkenalkan paradigma nasionalisme

serta tidak mengakui nama Hindia Belanda yang diberikan oleh Belanda buat nusantara. Sebagai bangsa timur, Tjokroaminoto lebih bangga menyebut Indonesia dengan Hindia Timur atau Hindia. Dia merupakan penggagas pemerintahan sendiri( zelfbestuur) buat bangsa Indonesia.

Organisasi ini didirikan juga buat melawan upaya dominasi sebagian golongan atas bahan baku penciptaan batik. Ini ditafsirkan oleh Tirto Adhi soerjo( SI Batavia) di laporannya di“ Medan Prijaji” dengan Judul“ Menonton Wayang Prijaji.” Sedikit dari kutipan itu berbunyi:

“ Saudagar- saudagar kecil tidak dapat beli kain dagangan sendiri di Solo sebab kain yang bisa masuk priangan telah diikat oleh saudagar- saudagar besar.”

Dalam kutipan lain, Tirto menulis:

“ Perniagaan terus menjadi kecil, serta sebab itu kita mesti ambil perniagaan yang dicoba bangsa asing. Kita anak negri mesti dapat jadi toke sendiri….”

Mengenai alibi menjadikan Islam bagaikan asas gerakan, baik H. Samanhoedi maupun para tokoh Sarekat Islam yang lain, beralasan supaya ruh Islam menyatu dalam tiap langkah pergerakan. Tidak hanya itu, perihal ini juga buat menampilkan perilaku kepada Belanda, yang berupaya menjauhkan Islam dari politik.( Amati: Meter. A. Gani, Cita Dasar serta Pola Perjuangan Syarikat Islam,perihal. 15)

2) SI tidak menghalangi keanggotaannya cuma buat warga Jawa serta Madura saja. Tujuan SI merupakan membangun persaudaraan, persahabatan serta tolong- menolong di antara muslim dan meningkatkan perekonomian rakyat. Keanggotaan SI terbuka buat seluruh lapisan warga muslim. Berbeda dengan Boedi Oetomo( BO) yang Jawa- Sentris serta beranggotakan kalangan ningrat belaka, serta bukan kebetulan tokoh- tokoh BO juga ialah anggota Freemason ( lihat T. H Steven, Tarekat Mason Bebas).

Di tangan Tjokro, SI mewujud jadi organisasi politik pertama terbanyak di nusantara. Pada 1914, anggota resminya menggapai 400. 000 orang, sebaliknya tahun 1916 terhitung 860. 000 orang. Tahun 1917 pernah menyusut jadi 825. 000, pada 1918 apalagi merosot lebih drastis lagi sampai pada kisaran 450. 000, tetapi setahun selanjutnya, tahun 1919, keanggotaan SI melesat hingga 2. 500. 000 orang.

Ketertarikan berjuta- juta orang tersebut untuk berbondong- bondong masuk SI tidaklah tanpa alibi. Tjokroaminoto sangat teliti memandang tiap kesempatan. Dengan bandrol Islam, ditambah strategi politik rakyat nir kasta, SI dengan kilat sanggup menarik hati buat bergabung. Di setiap pertemuan anggota SI, seluruh duduk sama rendah serta berdiri sama tinggi.Sebab pembelaannya pada rakyat kecil seperti itu, para kawulo alit di tanah Jawa sempat menyangka Tjokroaminoto bagaikan Ratu Adil( Satrio Piningit) yang kebetulan bernama mirip: Prabu Heru Tjokro.

3) Islam mempunyai nilai- nilai Sosialisme. Tjokroaminoto serta Agus Salim acapkali mempublikasikan postingan yang mangulas prinsip- prinsip sosialisme dalam Islam. Tjokro memanglah kerap mempromosikan Sosialisme- Islam, tulisan- tulisan semacam Apakah Socialime itu?, Socialisme berdasar Islam, merupakan contoh- contoh tulisan duo Tjoko- Agus Salim. Tulisan- tulisan itu dibuat bukan buat mencangkokkan prinsip- prinsip sosialis ke dalam pandangan hidup Islam yang jadi dasar organisasi, sebab semenjak dini SI sangat populis serta“ sosialis” secara program ataupun aksi.

Tulisan- tulisan sosialisme itu terbuat sehabis kader- kader SI Merah( SI yang terpengaruh komunisme ISDV) didepak keluar dari SI. Hingga nampak betul motif utama tulisan- tulisan tersebut diterbitkan buat memahamkan kembali prinsip- prinsip sosial Islam kepada anggota ataupun warga tanpa mereka wajib berganti menjadi komunis. Tidak hanya itu, dengan kemenangan kalangan Bolshevik menggulingkan Tsar tahun 1917, elit SI siuman betul mereka tengah berhadapan dengan medan peperangan pandangan hidup. 

Hingga kedatangan tulisan- tulisan ataupun buku Tjokro yang bertajuk“ Islam serta Socialisme” ialah kebutuhan era pada dikala itu.Permusuhan antara SI dengan komunisme terus bersinambung, sehabis SI mendepak para anggota SI yang juga merangkap aktif di PKI( H. Misbach, Tan Malaka, Semaun, Darsono), hingga dalam Komintern I, Komite Sentral Komunis Internasional mengancam serta melaporkan permusuhan dengan Pan- Islamisme.

4) SI yang pertama kali menganjurkan keterlibatan rakyat dalam militer Hindia- Belanda dan parlemen perwakilan rakyat Indonesia. Dalam Kongres Nasional Sarekat Islam( KN- SI) yang dilangsungkan di Bandung antara 17- 24 Juli 1916.

KN- SI menuntut: Pertama, segenap undang- undang yang hendak diberlakukan buat pribumi,wajib terbuat bersama dengan pimpinan perwakilan dari rakyat Indonesia. Berarti kongres menuntut terdapatnya dewan perwakilan rakyat. Kedua, dengan diberlakukannya sistem desentralisasi dari Pemerintah Hindia Belanda semenjak 23 Juli 1903, hingga kongres menuntut agar sistem desentralisasi diberlakukan lebih luas buat segala daerah Nusantara Indonesia.

Dengan kata lain, kongres menuntut supaya Indonesia ber- pemerintahan sendiri ataupun Indonesia Merdeka.

Tidak hanya dari 2 perihal tersebut kongres nasional Sarekat Islam juga menuntut supaya diizinkan ikut serta dalam Indie Weerbaar( Pertahanan India ataupun pertahanan Indonesia). Metode yang dilakukanialah mengikutsertakan pemuda Indonesia dalam pertahanan. Bousquet( Suryanegara, 2012:395) berkata kalau:

“ Sjarikat Islam menyadari kuatnya penjajah sebab mempunyai siperioritas militer. Kebalikannya,ulama serta Santri dalam posisi lemah sebab tidak mempunyai organisasi militer moderen. Dengan menyertakan para pemuda dalam sistem pertahanan yang dilaksanakan oleh pemerintah kolonial Belanda dalam mengalami Perang Dunia I( 1914- 1919 M), diharapkan nantinya merekahendak bisa merebut kembali kedaulatan bangsa serta negeri dari penjajah. Rencana tersebut,baru sukses pada masa pendudukan Jepang( 1942- 1945 M) dalam upaya memenangkan Perang Asia Timur Raya( 1941- 1945 M), ialah dengan dibentuknya Tentara Pembela Tanah Air ( PETA) serta Lastjar Hizboellah.”

Demikian poin- poin yang bisa diringkas dari pemikiran- gerakan- sosok Tjokroaminoto dengan Sjarekat Islam. Meski belum representatif, mudah- mudahan catatan simpel ini dapat sedikit membuka kuburan- kuburan intelektual yang sepanjang ini disekat ataupun diabaikan oleh kita para anak bangsa.

Pemikiran Tjokroaminoto selamanya bakal jadi acuan yang sangat berguna. Tentang Islam, sosialisme, politik, pemerintahan sendiri, nasionalisme, kemerdekaan, anti feodalisme,anti kapitalisme, penyadaran kebangsaan, apalagi seluruh penjuru kehidupannya memuat manfaat yang tidak sedikit untuk terbentuknya bangsa Indonesia selaku bangsa yang utuh serta berdaulat penuh. 

Ditulis oleh : Ahmad Sofyan
Editor : Admin

Loading...
Comment Policy: Silahkan tuliskan komentar Anda yang sesuai dengan topik postingan halaman ini. Komentar yang berisi tautan tidak akan ditampilkan sebelum disetujui.
Buka Komentar
Tutup Komentar
==[ Klik disini 2X ] [ Close ]==