Skip to main content

Viral,Seorang Nenek Ditendang dan Diseret di Pasar

Video yang menampilkan seseorang nenek ditendang serta diseret kausnya di suatu pasar viral di media sosial. Dalam penjelasan video yang salah satunya terdapat di account Twitter@merapi_news diucap kejadian itu berlangsung Pasar Gendeng Piyungan, Sleman.

" Jahat ataupun tidaknya, bukanlah pantas memperlakukan orang tua semacam video tersebut, peristiwa di pasar gendeng piyungan, kemarin@Kensar_" tulis account@merapi_news, Rabu( 22/ 1/ 2020).

Video yang berdurasi 30 detik itu, sampai jam 11. 24 Wib telah di- reply sebanyak 1. 246 kali serta di- retweet sebanyak 2. 368 kali. Sampai siang ini, jumlah itu terus meningkat.

Dalam video itu, terlihat seseorang nenek berkaus biru, mengenakan tas bercorak putih hijau, memakai kain penutup kepala serta memakai masker. Bersumber pada obrolan yang terekam dalam video itu, diprediksi nenek tersebut mencuri di Pasar Potrojayan Jalur Raya Piyungan, Potrojayan, Desa Madurejo, Kecamatan Prambanan.

Dalam video tersebut terdengar teriakan seseorang laki- laki yang menuduh sang nenek mengutil. Laki- laki itu pula nampak menendang sang nenek." Wong ngutil iki( orang mengutil ini)," ucap laki- laki dalam video.

Dalam video itu, sang nenek juga telah berupaya memohon maaf." Nyuwun ngapuro Mas, mboten sios( aku memohon maaf Mas, tidak jadi)," kata sang Nenek.

Tidak hanya itu, terdapat teriakan- teriakan yang diprediksi dari penjual lain serta membetulkan perbuatan sang pria." Wo yo hoo nak ngutil. Polo wae nak ngutil, geret o metu ojo nang Pasar Gendeng( Hajar saja jika ngutil. Seret keluar, jangan di Pasar Gendeng," ucap wanita dalam video.

Tidak sampai di situ, masker serta kerudung sang nenek direbut serta dilemparkan ke tanah. Sebaliknya sang nenek kesekian kali memohon maaf.

Dikenal nenek berbaju biru itu bernama Rubingah, berumur kurang lebih 60 tahun, masyarakat Dusun Kranggan 1 Jatitirto, Berbah, Sleman. Masyarakat net juga geram dengan video itu. Bermacam reaksi timbul.

Salah satunya dari account@herry_zudianto. Mantan Wali Kota Yogya itu menuliskan," Yang nendang nenek- nenek tua itu tentu memiliki problem kejiwaan ataupun streess. Jika waras engga bisa jadi melaksanakan".

Dikala dimintai konfirmasi, Pimpinan Paguyuban Pasar Potrojayan, Sularsih( 45), berkata nenek Rubingah baru pertama kali tiba di pasar. Awal mulanya ia membeli bunga mawar. Peristiwa dalam video yang viral itu berlangsung pada, Senin( 20/ 1) sekitar jam 05. 30 Wib.

" Senin pagi( 20/ 1) kurang lebih setengah 6 kejadiannya. Sebelumnya ia beli bunga mawar itu, kemudian ia taruh tas ke kotak tempat jual buah," ucap Sularsih dikala ditemui di Mapolsek Prambanan, siang ini.

Dari penjelasan yang ia bisa dari penjual buah, Rubinah diketahui mengambil mangga seberat 3 kg.

" Lama dilihatin. Sama penjual buah dilihatin ngerogoh buah mangga 3 kilo masuk tas," ucapnya.

Aksinya lalu diketahui oleh penjual buah serta hasil curian itu diminta kembali.

" Kemudian dikejar sama penjual, diharapkan buahnya dan dikasih satu. Penjual itu pernah bilang jika ingin meminta, minta aja jangan ngutil kemudian diharuskan keluar dari pasar," bebernya.

Tetapi, menurut keterangannya sang nenek kembali lagi ke pasar. Nenek Rubingah kemudian dibuntuti oleh laki- laki yang melaksanakan penganiayaan di video tersebut.

" Telah keluar kemudian dibuntuti sama bapak di video itu, sehabis itu Rubingah dibawa ke kantor," jelasnya.

Di dalam kantor yang terletak di bagian barat pasar, Rubingah diinterogasi. Baginya, sesudah itu permasalahan telah berakhir secara kekeluargaan.

" Telah ditanya- tanya serta disuruh kembali. Permasalahan pula telah kami selesaikan secara kekeluargaan. Waktu kembali juga memohon duit Rp 5 ribu dan sudah saya kasih," bebernya.

Ia juga baru mengenali peristiwa itu dari media sosial. Alasannya dari tim paguyuban tidak ada yang merekam video.

" Ia yang merekam itu aku tidak ketahui, di grup WA pula tidak terdapat yang kirim video. Aku tahunya dari grup Facebook," ucapnya.

Dikala ini, pihak- pihak yang ikut serta masih dimintai penjelasan di Mapolsek Prambanan. Setelah sebelumnya melaksanakan klarifikasi di pasar. 

Loading...
Comment Policy: Silahkan tuliskan komentar Anda yang sesuai dengan topik postingan halaman ini. Komentar yang berisi tautan tidak akan ditampilkan sebelum disetujui.
Buka Komentar
Tutup Komentar
==[ Klik disini 2X ] [ Close ]==